Ketua DPRD Padang Pariaman, Aprinaldi Pimpin FKI Sumbar 2026–2030, Targetkan Lahirkan Atlet Berprestasi Nasional

Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Padang, saat usai sidang pleno. (foto: ss/majalahfakta.id)

FAKTA  — Proses pemilihan pengurus Federasi Kurash Indonesia Federasi Kurash Indonesia (FKI) Provinsi Sumatera Barat periode 2026–2030 berlangsung lancar dan demokratis di Gedung Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Padang. Dalam sidang pleno tersebut, Aprinaldi, S.Pd., M.Pd., AIFO resmi terpilih sebagai Ketua FKI Sumatera Barat yang baru.

Pemilihan ini dihadiri oleh perwakilan cabang olahraga, pengurus daerah, serta pemangku kepentingan olahraga di Sumatera Barat. Suasana musyawarah berlangsung kondusif dengan semangat kebersamaan untuk memajukan cabang olahraga kurash di tingkat daerah.

Terpilihnya Aprinaldi yang dikenal sebagai akademisi di bidang keolahragaan dinilai sebagai langkah strategis. Rekam jejaknya di dunia pendidikan dan olahraga disebut menjadi modal penting dalam memperkuat pembinaan atlet serta tata kelola organisasi ke depan.

Usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Aprinaldi menegaskan arah kepemimpinannya akan difokuskan pada penguatan pembinaan atlet, peningkatan kualitas pelatih, serta perluasan sosialisasi kurash hingga ke kabupaten dan kota di Sumatera Barat, termasuk wilayah Padang Pariaman dan sekitarnya.

“Fokus utama kami adalah membangun sistem pembinaan yang berjenjang dan berkelanjutan. Kami ingin Sumatera Barat mampu melahirkan atlet kurash yang siap bersaing dan meraih prestasi di tingkat nasional, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON),” ujar Aprinaldi, Jumat (19-06-2026).

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pengurus daerah, pemerintah, dan lembaga pendidikan dalam mempercepat perkembangan kurash sebagai salah satu cabang olahraga bela diri yang potensial di Indonesia.

Selain itu, kepengurusan baru FKI Sumbar di bawah kepemimpinan Aprinaldi diharapkan mampu memperkuat struktur organisasi, meningkatkan kapasitas sumber daya pelatih, serta memperluas basis atlet muda di daerah.

Pemilihan yang digelar di lingkungan akademik FIK UNP ini juga menjadi simbol sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan pengembangan olahraga daerah. Kehadiran perguruan tinggi diharapkan mampu memberi kontribusi nyata dalam pembinaan ilmu kepelatihan dan sport science untuk mendukung prestasi atlet.

Dengan terpilihnya kepengurusan baru periode 2026–2030, FKI Sumatera Barat dijadwalkan segera menyusun program kerja strategis sebagai langkah awal dalam mendorong kemajuan kurash di Ranah Minang secara berkelanjutan. (ss)