FAKTA – Kabar duka menyelimuti warga Desa Grobog Wetan, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, Senin siang seorang warga, Muhammad Imron, 50 tahun, ditemukan meninggal dunia di rumahnya di RT 06 RW 01.
Peristiwa itu membuat warga sekitar terkejut. Hingga siang hari, rumah duka masih dipadati tetangga yang datang melayat dan membicarakan kepergian Imron secara mendadak.
Menurut Kepala Desa Grobog Wetan, Mudiharto, saat dikonfirmasi FAKTA lewat Ponsel, almarhum selama ini hidup dalam kondisi sakit. Imron diketahui menderita komplikasi ginjal akut dan sudah menjalani cuci darah.
“Sudah lama sakit-sakitan. Beliau juga sempat pisah dengan istrinya karena merasa dirinya tidak sehat. Kasihan, hidupnya juga susah,” kata Mudiharto pada hari Senin,25 Juli 2026.
Kesulitan hidup itu bukan kali ini saja dirasakan Imron. Mudiharto menyebut, beberapa waktu lalu almarhum sempat terlantar di jalan dan terjaring razia oleh Satpol PP. Setelah itu ia dipulangkan ke desa dan tinggal seorang diri, ujar Kades.
Dalam beberapa hari terakhir, kondisi Imron disebut semakin drop. Tekanan karena penyakit yang tidak kunjung sembuh ditambah himpitan ekonomi membuat almarhum menarik diri dari lingkungan.
Sebelum kejadian, Imron sempat menitipkan pesan kepada saudaranya. Ia berpesan agar jika kelak meninggal dunia, jenazahnya dimakamkan di desa tempat ia lahir dan besar.
“Dia bilang begitu ke Saudaranya. Makanya hari ini kita makamkan di pemakaman umum desa,” ujar Mudiharto.
Hingga berita ini ditulis, jenazah Imron sudah dimakamkan oleh keluarga dan warga setempat. Pihak desa mengimbau masyarakat untuk saling menjaga dan peduli dengan tetangga yang sedang sakit atau mengalami kesulitan.
Peristiwa ini menjadi pengingat betapa beratnya beban yang dipikul pasien penyakit kronis, terutama yang harus cuci darah rutin. Biaya pengobatan, keterbatasan akses, dan rasa putus asa sering kali datang bersamaan.
Bagi warga yang merasa tertekan karena masalah kesehatan, ekonomi, atau keluarga, jangan ragu mencari bantuan dengan menghubungi puskesmas, tokoh agama, dan perangkat desa setempat.
Desa Grobog Wetan hari ini masih diliputi suasana duka. Kepergian Imron meninggalkan bekas di RT 06, dan juga pertanyaan besar tentang bagaimana kita bisa lebih hadir untuk mereka yang sedang berjuang melawan sakit dan kesepian. (sus)






