FAKTA — Upaya pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Padang Pariaman pada penghujung 2025 memasuki fase baru. Setelah berbulan-bulan hidup dalam keterbatasan akibat kehilangan tempat tinggal, ratusan keluarga penyintas kini mulai melihat kepastian untuk kembali memiliki rumah yang layak melalui program pembangunan hunian tetap (huntap).
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Jumat, 10 Juli, menggelar sosialisasi pembangunan hunian tetap sekaligus memperkenalkan rumah contoh Huntap Mandiri di kawasan Huntap Nagari Pasia Laweh. Kegiatan itu menandai dimulainya tahap rehabilitasi dan rekonstruksi permanen bagi warga terdampak bencana.
Pemerintah menargetkan pembangunan 781 unit hunian tetap yang akan dilakukan secara bertahap. Sebanyak 566 unit dibangun melalui skema Huntap Mandiri yang didukung BNPB, sedangkan 215 unit lainnya merupakan Huntap Terpadu melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Rumah yang dibangun merupakan tipe 36 dengan teknologi Sepablock yang dikembangkan PT Semen Padang. Teknologi tersebut dipilih karena dinilai mampu mempercepat proses pembangunan sekaligus menghasilkan konstruksi yang kokoh dan memenuhi standar rumah layak huni.
Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis mengatakan rumah contoh yang diperkenalkan kepada masyarakat menjadi bukti bahwa program pembangunan hunian tetap telah memasuki tahap implementasi, bukan lagi sekadar perencanaan.
“Alhamdulillah, hari ini kita melihat langsung rumah contoh Hunian Tetap Mandiri yang akan menjadi acuan pembangunan bagi masyarakat. Rumahnya sangat baik dan kokoh. Ini menjadi bukti bahwa pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat yang terdampak bencana dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak,” kata John Kenedy Azis.
Ia menyebut percepatan pembangunan hunian tetap merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BNPB, serta berbagai pihak yang terlibat dalam penanganan pascabencana.
Menurut dia, penyelesaian administrasi dari calon penerima bantuan menjadi faktor penting agar proses pembangunan dapat berjalan sesuai target.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat, BNPB, dan seluruh pihak yang telah memberikan perhatian besar kepada daerah kami. Kami berharap seluruh masyarakat terdampak segera memperoleh Hunian Tetap. Untuk itu, kami mengimbau agar seluruh persyaratan administrasi segera dilengkapi sehingga proses pembangunan dapat berjalan tanpa hambatan,” ujarnya.
Sekretaris Utama BNPB Rustian menegaskan rumah yang dibangun menggunakan teknologi Sepablock telah memperoleh sertifikasi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), sehingga memenuhi standar nasional sebagai rumah yang aman dan layak ditempati.
“Rumah contoh ini menjadi standar bagi pembangunan Huntap Mandiri. Teknologi Sepablock yang digunakan telah memiliki sertifikasi dari Kementerian PUPR, sehingga masyarakat tidak perlu ragu terhadap kualitas maupun keamanan bangunannya,” kata Rustian.
Ia juga memastikan dukungan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi telah disiapkan sehingga pembangunan hunian tetap dapat segera dipercepat. Menurut Rustian, semakin cepat rumah dibangun, semakin cepat pula masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.
Momentum tersebut ditandai dengan penyerahan simbolis kunci rumah kepada salah seorang penerima manfaat, Revival, beserta keluarganya. Penyerahan itu menjadi simbol dimulainya proses pemulihan kehidupan bagi para penyintas yang selama ini tinggal dalam kondisi serba terbatas.
Pada kesempatan yang sama, BNPB dan PT Semen Padang turut menyerahkan bantuan berupa bingkisan kepada keluarga penerima manfaat.
Setelah seremoni, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi teknis kepada masyarakat calon penerima bantuan. PT Semen Padang menjelaskan tahapan pembangunan, penggunaan teknologi Sepablock, hingga mekanisme pelaksanaan Huntap Mandiri agar proses pembangunan berlangsung sesuai standar dan tepat sasaran.
Program hunian tetap menjadi salah satu agenda utama rehabilitasi pascabencana di Padang Pariaman. Selain menyediakan tempat tinggal yang lebih aman, pembangunan rumah permanen diharapkan mampu mengembalikan rasa aman, mempercepat pemulihan sosial-ekonomi masyarakat, serta memperkuat ketahanan kawasan terhadap potensi bencana pada masa mendatang.
Dengan dimulainya pembangunan ratusan hunian tetap tersebut, pemerintah berharap proses rekonstruksi tidak hanya menghadirkan rumah baru bagi para penyintas, tetapi juga menjadi fondasi bagi bangkitnya kembali kehidupan masyarakat yang terdampak bencana. (SS)






