Layani Mudik Lebaran 2026 Lewat Jalur Laut, PELNI Lepas KM Dobonsolo dari Tanjung Priok

Direktur Utama PT Pelayaran Nasional Indonesia, Tri Andayani, mengatakan bahwa pada musim angkutan Lebaran tahun ini PELNI mengoperasikan total 55 kapal penumpang. (Foto : Leoretzky/majalahfakta.id)

FAKTA – PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) resmi melepas keberangkatan kapal KM Dobonsolo dari Terminal Penumpang Nusantara II, Pelabuhan Tanjung Priok, Jumat (13/3/2026).

Pelepasan kapal tersebut menjadi bagian dari operasional angkutan Lebaran 2026/1447 Hijriah yang disiapkan untuk melayani arus mudik masyarakat melalui jalur laut.

Direktur Utama PT Pelayaran Nasional Indonesia, Tri Andayani, mengatakan bahwa pada musim angkutan Lebaran tahun ini PELNI mengoperasikan total 55 kapal penumpang.

Armada tersebut terdiri dari 25 kapal penumpang besar milik PELNI dan 30 kapal perintis milik Kementerian Perhubungan yang pengoperasiannya dipercayakan kepada PELNI.

“Untuk angkutan Lebaran 2026 ini kami mengoperasikan 55 kapal penumpang. Dalam satu kali keberangkatan, kapal-kapal tersebut mampu mengangkut sekitar 58.700 penumpang,” ujar Tri Andayani saat pelepasan kapal.

Ia menjelaskan, kapal penumpang besar milik PELNI memiliki kapasitas antara 500 hingga 3.000 penumpang per kapal. Sementara itu, kapal perintis yang melayani rute-rute daerah memiliki kapasitas sekitar 250 hingga 500 penumpang.

Secara keseluruhan, PELNI menyiapkan sekitar 766.000 tiket bagi masyarakat selama periode angkutan Lebaran tahun ini.

Acara pelepasan kapal juga dihadiri sejumlah perwakilan pemerintah, di antaranya dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Kementerian Perhubungan, serta Badan Pengelola Pelabuhan Makassar (BPPM) yang turut melakukan pemantauan langsung terhadap kesiapan armada dan aspek keselamatan pelayaran.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah memberikan apresiasi terhadap langkah PELNI dalam mendukung kelancaran arus mudik Lebaran, termasuk penerapan kebijakan diskon tiket kapal sebesar 30 persen yang diberikan kepada masyarakat.

“Diskon tiket 30 persen ini bahkan lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, jika dibandingkan dengan periode H-8 tahun lalu, jumlah penumpang tahun ini meningkat lebih dari 32.000 orang,” ujar salah satu perwakilan pemerintah.

Peningkatan jumlah penumpang tersebut dinilai menunjukkan tingginya minat masyarakat menggunakan transportasi laut untuk perjalanan mudik Lebaran.

Selain itu, pemerintah memastikan bahwa aspek keselamatan pelayaran telah diperiksa secara menyeluruh. Pemeriksaan meliputi ketersediaan jaket keselamatan, prosedur evakuasi darurat, hingga fasilitas keselamatan bagi penumpang selama berada di atas kapal.

“Kami memastikan seluruh aspek keselamatan terpenuhi. Dari hasil pengecekan tidak ditemukan hal-hal yang bersifat mayor yang dapat menghambat keberangkatan kapal,” ujarnya.

Sementara itu, PELNI juga mencatat adanya peningkatan aktivitas penumpang di Pelabuhan Tanjung Priok menjelang periode mudik Lebaran. Hingga Jumat sore, tingkat okupansi penumpang telah mencapai sekitar 40 persen dari kapasitas normal.

PELNI memprediksi puncak arus mudik melalui jalur laut akan terjadi pada 18 Maret 2026.

Mengantisipasi lonjakan penumpang, perusahaan menerapkan sejumlah strategi operasional, di antaranya penyesuaian rute atau rerouting terhadap 21 kapal penumpang, termasuk deviasi rute pada 17 kapal guna menjangkau daerah dengan permintaan penumpang yang tinggi.

Terkait program diskon tiket 30 persen, manajemen PELNI menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak membebani keuangan perusahaan karena anggarannya berasal dari subsidi pemerintah melalui Kementerian Perhubungan.

Di sisi lain, PELNI juga tengah mempersiapkan pengadaan tiga kapal penumpang baru yang masuk dalam proyek strategis nasional.

“Saat ini masih dalam proses desain. Jika proses berjalan sesuai rencana, penunjukan galangan kapal dapat dilakukan dalam waktu dekat. Dengan masa pembangunan sekitar dua tahun lebih, kapal baru tersebut diperkirakan mulai beroperasi pada 2029,” kata Tri Andayani.

Dalam pelepasan pelayaran tersebut, PELNI juga membagikan souvenir kepada para penumpang sebagai bentuk apresiasi sekaligus upaya menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan menyenangkan selama mudik Lebaran.

“Kami berharap penumpang dapat menikmati perjalanan dengan aman, nyaman, dan tetap bahagia selama berada di kapal,” pungkasnya.