FAKTA – Terduga pelaku pembakaran istri di Banyuwangi, Sularni (63), meninggal dunia menyusul sang istri, Nur Khasanah (53), yang lebih dulu wafat akibat luka bakar 100 persen. Sularni mengembuskan napas terakhir di ruang ICU RSUD Genteng, sekitar 21 jam setelah istrinya meninggal.
Sebelumnya, korban dan terduga pelaku sama-sama menjalani perawatan intensif di ruang perawatan khusus RSUD Genteng. Kondisi Sularni disebut cukup kritis lantaran mengalami luka bakar sekitar 80 persen di tubuhnya dan harus mendapat bantuan pernapasan darurat melalui metode trakeostomi.
Kapolresta Banyuwangi Kombes Rofiq Ripto Himawan mengatakan, terduga pelaku dilaporkan meninggal pada Minggu (26/4/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Kabar duka itu kemudian disampaikan kepada tiga anak korban dan terduga pelaku.
“Saya harus menyampaikan berita sedih, kondisi terkini keduanya meninggal dunia dalam hal ini korban yakni istri terduga pelaku dan terduga pelaku itu sendiri. Kami sudah berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada korban. Baik pelayanan dan penanganan terhadap dampak dari upaya percobaan pembunuhan pada korban pada saat penahanan awal,” jelas Rofiq, Senin (27/4/2026).
Menurut Rofiq, polisi juga telah memberikan upaya perawatan maksimal kepada terduga pelaku melalui RSUD Genteng. Keduanya sempat direncanakan dirujuk ke RSUD Blambangan Banyuwangi, namun keluarga menolak dengan pertimbangan kondisi korban dan pelaku yang dikhawatirkan tak tertolong selama perjalanan.
“Pertolongan dan pelayanan terbaik juga kami berikan pada terduga pelaku dimana yang bersangkutan juga mengalami luka bakar serius hingga 80% dan dilakukan perawatan intensif di RSUD Genteng,” tambah Kombes Rofiq.
Sementara itu, Kepala Desa Wringinrejo Muadim membenarkan kedua warganya telah meninggal dunia. Nur Khasanah meninggal pada Sabtu (25/4/2026) sekitar pukul 19.00 WIB, sedangkan keluarga menerima kabar kematian Sularni pada Minggu sore.
Setelah dinyatakan meninggal, jenazah Sularni dimandikan di RSUD Genteng sebelum dibawa ke rumah duka sekitar pukul 20.00 WIB. Jenazah kemudian disalatkan dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Wringinrejo.
“Dimandikan di RSUD Genteng, terus disalatkan di rumah duka dan jenazah diberangkatkan ke TPU Desa Wringinrejo untuk dimakamkan. Prosesi pemakaman berlangsung sekitar pukul 21.00 WIB,” terang Muadim.
Jenazah Sularni dimakamkan tepat di samping makam istrinya. Keduanya kini beristirahat berdampingan setelah tragedi rumah tangga yang berujung maut itu. (Idham)






