FAKTA – Wujud Kepedulian Pemdes Dawuhan, Sirampog, Brebes dalam membantu setiap warganya yang sedang menderita sakit diatar dengan mobil Pemdes, tanpa memikirkan BBM dan upah sopir, malah dikasih uang sebesar Rp500 ribu, khusus laki laki, ibu hamil melahirkan mendapatkan bantuan Rp300 ribu.
Hal ini disampaikan Muhammad Sudarsono AMPd Kepala desa Dawuhan Sirampog, (24/02/2023). Ditambahkan tidak hanya itu, setiap satu kelompok Jamiiyah /pengajian mendapatkan insentif berupa barang inventaris berupa karpet soundsystem atau sejenisnya .
Untuk pologoro 0% , santuanan kematian warga 3%. Dari besaran dana sosial, untuk santunan guru ngaji Rp250 /kk 2400.000 ‘- Desa Dawuan juga memberikan ruang fasilitas bagi anak-anak untuk belajar, membaca dan mengembangkan potensi yang ada, kini Dusun Paingan Desa Dawuan
Hal ini telah di musyawarahkan oleh masyarakat dan lembaga desa dan telah berjalan dari tahun 2019.
Ide itu awalnya muncul ketika Ustadz M.Sudarsono mendapatkan informasi salah satu warganya yang tidak mampu mengalami menderita sakit sudah satu minggu .
Setelah dibesuk di rumahnya, kades yang memimpin desa ujung timur Kecamatan Sirampog menyarankan untuk segera dibawa ke Rumah Sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
Melihat keaadan warganya tidak mampu maka semua biaya di tanggung Kades M Sudarsono. Saat itu memang pemdes belum memiliki mobil ambulan.
Hal itu berlaku sampai sekarang pemdes telah mempunyai mobil inventaris ambulan ,baik yang menderita sakit orang tidak mampu atau mampu telah di fasilitasi sarana dan biaya sepenuhnya oleh Pemdes.
SUMUR PENGANTEN
Sumur Penganten, di Desa Dawuhan bagian utara berbatasan dengan Bumijawa Kabupaten Tegal merupakan desa ujung timur kecamatan Sirampog juga berbatasan dengan Kabupaten Pemalang.
Desa Dawuan di kenal dengan sumur penganten yang merupakan kepercayaan warga aekitar turun temurun, karena merupakan warisan nenek moyang yang dilestarikan oleh masyarakat desa Dawuhan dan sekitarnya.
Sumur Pengantin merupakan tempat ritual pemujaan yang dilakukan oleh orang yang percaya akan adanya penghuni atau makhluk gaib yang ada di dalam sumur tersebut.
Penghuni atau makhluk gaib tersebut adalah roh nenek moyang (Mbah Agung, Bapak Agung, Ibu Agung, dan Bapak Kurungan) yang bisa menolong dan memberikan apa saja yang menjadi keinginan masyarakat pemujanya.
Ritual pemujaan Sumur Pengantin tidak ada kaitannya dengan upacara keagamaan, bersifat pribadi yaitu menggunakan mantra yang dituju kepada penghuni ; yaitu roh Mbah Agung, Bapak Agung, Ibu Agung dan Bapak Kurungan yang dituntun oleh Juru Kunci dengan menggunakan bahasa Jawa setempat.
Masyarakat pemuja percaya, bahwa untuk mendapatkan keselamatan, rejeki ataupun jodoh yaitu datang ke Sumur Pengantin dengan melaksanakan ritual pemujaan kepada roh nenek moyang, insya Allah segera mendapatkan jodoh sesuai yang diidamkan. (dun)






