Terpilih jadi Ketua KONI Bali, Giri Prasta Rencanakan Tambahkan Ekskul Olahraga PON di Seluruh Bali

Nyoman Giri Prasta saat menerima bendera KONI Bali ketika pelantikan. (foto: fa/majalahfakta.id)

FAKTA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bali menggelar pelantikan ketua hingga pengurus masa jabatan 2026-2030 pada Jumat pagi (15/5/2026) di Gedung Wiswa Sabha. Pelantikan tersebut juga dihadiri oleh Gubernur Bali dan Ketua Umum KONI Letjen TNI (Purn) Marciano Norman.

Nyoman Giri Prasta yang saat ini menjabat sebagai Wakil Gubernur Bali terpilih menjadi Ketua KONI Provinsi Bali 2026-2030 secara aklamasi. Selain menyampaikan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan, Giri Prasta juga menyampaikan akan melakukan pengoptimalan agar Bali diperhitungkan di tingkat nasional terlebih lagi bersaing dengan atlet Jawa.

“Cabor yang belum bisa belum meraih medali, itu kita akan kami optimalkan. Karena memang selama ini, kita banyak kalahnya dengan Jawa. Kalau diluar Jawa, maih kita bisa melakukan pertandingan yang memungkinkan untuk meraih medali emas,” kata Giri Prasta saat sambutan.

Lebih lanjut, pelaksanaan Sport Tourism yang kedepannya Bali akan menjadi tuan rumah. Sport Tourism diyakini memiliki dampak positif bagi evaluasi, pengembangan dan peningkatan wisatawan yang mampu memberi dorongan pada PAD. Hal itu sesuai dengan Gubernur Bali Wayan Koster untuk pelaksanaan intensifikasi pajak.

Untuk kesiapan PON yang nantinya akan dilaksanakan di NTT-NTB, Giri Prasta akan menggerakkan Dinas Pendidikan di seluruh kabupaten/kota Bali agar menambahkan beberapa cabor PON menjadi ekstra kulikuler di setiap sekolah dengan harapan mampu menciptakan atlet baru.

“Agar bisa di APBS tiap sekolah, baik SD, SMP, dan SMA, ekstra kulikuler itu akan kita lakukan sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan kita di PON. Salah satu contoh mungkin dayung yang sekarang ada di Jawa Barat atau di pusat. Kami akan mencoba kedepan ini di tahun 2027, kami akan mencoba di Tanjung Benoa, karena selama ini atlet kita latihannya ke Jawa Barat,” paparnya.

Disisi eksistensi infrastruktur, sport center (GOR Ngurah Rai) mendapat banyak aspirasi dari publik. Saat ini, kondisi GOR tersebut memiliki banyak kekurangan baik dari segi kapasitas, kualitas fasilitas, daya tampung penonton yang belum memadai, khususnya di area timur-selatan mengalami kerusakan. Fasilitas penunjang yang baik untuk UMKM juga belum tersedia meski harapannya menjadi wajah berkumpulnya komunitas dalam mengembangkan bakat atlet muda. (fa)