FAKTA – Rombongan peserta Indonesia Walk for Peace (IWFP) 2026 tiba di Kabupaten Madiun, Kamis sore (21/5/2026). Sebanyak 57 bhikkhu yang mengikuti perjalanan spiritual tersebut disambut hangat masyarakat saat memasuki wilayah Kabupaten Madiun dari jalur Saradan menuju Pendopo Ronggo Djumeno Caruban.
Perjalanan damai itu diawali dari Brahmavihara-Arama, Kabupaten Buleleng, Bali, sejak Sabtu (9/5/2026) lalu. Para bhikkhu berjalan menuju Candi Agung Borobudur dalam rangka memperingati Hari Tri Suci Waisak yang jatuh pada 31 Mei 2026 mendatang. Sepanjang perjalanan memasuki Kota Caruban, antusiasme warga tampak begitu tinggi. Masyarakat berdiri di tepi jalan untuk memberikan dukungan kepada para bhikkhu. Ada yang melambaikan tangan, memberi salam, hingga membagikan air minum kepada rombongan.
Suasana toleransi dan kerukunan antarumat beragama juga terlihat saat rombongan melintas di depan Gereja St. Maria Assumpta Stasi Caruban. Jemaat gereja turut memberikan air minum kepada para bhikkhu sebagai bentuk dukungan dan penghormatan.
Romo Adrianus Akik Purwanto mengatakan momen tersebut bertepatan dengan rangkaian doa Pentakosta yang tengah dilaksanakan umat Katolik di Caruban. “Selama sembilan hari kami mengadakan doa Pentakosta. Hari ini pesannya tentang kerukunan dan perdamaian, supaya semua menjadi satu. Bahasa Latinnya Ut Omnes Unum Sint, semoga semuanya menjadi satu,” ujarnya.
Ia berharap perjalanan damai para bhikkhu dapat menjadi inspirasi bersama untuk membangun persatuan di tengah keberagaman. “Terima kasih kepada para bhikkhu yang sudah memberikan kesaksian untuk berjalan bersama membangun perdamaian di tengah keberagaman ini,” tambahnya.
Setibanya di Pendopo Ronggo Djumeno Caruban, rombongan bhikkhu diterima Pemerintah Kabupaten Madiun yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun Sigit Budiarto S.Sos., M.Si., bersama kepala OPD terkait. Penyambutan berlangsung meriah dengan iringan pertunjukan barongsai dan dilanjutkan prosesi blessing bhikkhu.
Sigit Budiarto mengaku bangga Kabupaten Madiun menjadi salah satu lokasi persinggahan peserta IWFP 2026. “Kami dari Pemerintah Kabupaten Madiun merasa bangga dan terhormat dijadikan salah satu venue persinggahan para bhikkhu yang melaksanakan kegiatan Indonesia Walk for Peace 2026 dengan tujuan akhir di Candi Borobudur,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran para bhikkhu dari berbagai negara menjadi kesempatan untuk menunjukkan keramahan masyarakat Kabupaten Madiun kepada dunia. “Ini sekaligus menjadi promosi bagaimana masyarakat Kabupaten Madiun menyambut dengan ramah dan hangat para bhikkhu dari Indonesia, Thailand, Laos, dan Malaysia. Mudah-mudahan kehangatan masyarakat Kabupaten Madiun bisa membekas,” ujarnya.
Sementara itu, Bhante Tejapuñño Mahāthera menjelaskan perjalanan tersebut tidak sekadar perjalanan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan spiritual dan ajakan untuk menciptakan perdamaian. “Kami berjalan dari Singaraja menuju Candi Agung Borobudur untuk memperingati Hari Tri Suci Waisak. Selain itu, kami juga mengajak semua pihak bersama-sama menciptakan kedamaian dimulai dari diri sendiri,” tuturnya.
Bhante Tejapuñño juga menyampaikan pesan Buddha tentang pentingnya cinta kasih dan kebajikan dalam kehidupan. “Kalahkan kebencian dengan cinta kasih, kalahkan kejahatan dengan kebajikan. Musuh utama sesungguhnya ada di dalam diri masing-masing,” imbuhnya.
Untuk diketahui, selama 20 hari para bhikkhu berusia 23 hingga 67 tahun tersebut melintasi empat provinsi, yakni Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Yogyakarta sebelum tiba di Borobudur. Dari total 57 anggota sangha yang mengikuti perjalanan, sebanyak 50 bhikkhu berasal dari luar negeri dan tujuh lainnya dari Indonesia. (Rif)






