FAKTA – PT Pegadaian Kanwil VII Denpasar mencatatkan pertumbuhan fantastis dengan kenaikan penjualan emas mencapai 112,22 persen di wilayah Bali hingga April 2026. Pemimpin Wilayah Edy Purwanto mengungkapkan dalam Media Gathering, Selasa (28/4/2026), bahwa realisasi uang pinjaman (kredit) di wilayah Bali Nusra telah menembus Rp 15,4 triliun yang didominasi oleh produk gadai sebesar 81,4 persen.
Melesatnya investasi emas hingga 172 Kilogram khusus di Bali ini diperkirakan akan memberikan dampak ekonomi jangka panjang yang signifikan. Penguatan aset emas di tangan masyarakat berfungsi sebagai “bantalan ekonomi” yang memperkuat ketahanan finansial rumah tangga terhadap guncangan inflasi.
Dengan emas yang bersifat sangat likuid (mudah diuangkan), masyarakat memiliki akses modal cepat tanpa harus terjebak utang berbunga tinggi saat terjadi krisis. Lonjakan ini juga mencerminkan peralihan gaya hidup konsumtif ke arah akumulasi aset produktif, yang secara makro akan menstabilkan daya beli masyarakat Bali di tengah ketidakpastian pasar saham dan isu konflik global.
Pertumbuhan nasabah aktif di Pulau Dewata tercatat naik 14,4 persen atau bertambah 47.821 orang. Capaian impresif ini membawa Kanwil VII Denpasar masuk dalam jajaran lima besar terbaik secara nasional, sebuah prestasi yang memperkuat posisi Pegadaian sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan melalui pembiayaan mikro dan tabungan emas.
“Kinerja ini harus dipertahankan. Emas menjadi pilihan populer karena aman, tahan inflasi, dan sangat likuid. Saat pasar saham turun akibat isu perang, emas justru naik karena investor mencari aset aman,” jelas Edy Purwanto.
Sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), PT Pegadaian dijadwalkan akan menggelar aksi kepedulian pada Minggu (3/5/2026) mendatang. Selain mengunjungi panti asuhan, manajemen akan melakukan pelepasliaran tukik di Kabupaten Jembrana sebagai komitmen menjaga kelestarian ekosistem pesisir Bali. (fa)






