Daerah  

Penjual Minyak Tanah Keliling, Kakek Warga Desa Godong, Jombang Berjualan Sejak 1965 hingga Kini

Suparjan, penjual minyak tanah keliling.

FAKTA – Adalah Suparjan (70) penjual minyak tanah keliling dengan sepeda ontel warga Desa Godong. Kecamatan Gudo Jombang. Konon, dua sudah mulai berjualan minyak tanah keliling sejak tahun  1965 yang kala itu, harga minyak tanah per liternya Rp10.

Sekarang  harga minyak tanah Rp18 ribu per liter. Setiap pagi hingga menjelang sore. Suparjan  berkeliling desa menjajakan dagangan minyak tanahnya. Tiap hari mengayuh sepeda angin  dengan membonceng kaleng yang dimasukan keranjang yang sudah di setting untuk memudahkan membonceng.

Kaleng minyak tanah, menurutnya setiap hari perjalanan keliling lebih dari 25 km yang meliputi  pelosok desa yang ada di Kecamatan Gudo dan sebagian  masuk wilayah kecamatan Diwek.

Suparjan ditemui di seputaran kawasan parkir makam Gus Dur, dan saat itu , Suparjan kebetulan sedang beristirahat karena baru saja melayani pembeli di depan parkir mobil makam Gus Dur  Selasa ( 20/12/2022) dengan keringat yang meleleh di wajahnya Suparjan berceritera.

 “Susah mas jualan minyak tanah sekarang , tidak seperti dulu , sekarang cari uang, ya masalahnya  sekarang sudah jarang orang menggunakan minyak tanah untuk keperluan sehari – hari . Sejak pemerintah mengeluarkan  tabung gas elpiji saat itu pula pasaran minyak tanah sudah mulai turun , orang lebih memilih menggunakan gas elpiji ” tutur Suparjan

Lebih lanjut Suparjan menceriterakan bahwa, dia dikarunia 3 orang anak yang semuanya sudah berumah tangga, sebenarnya Suparjan dilarang anakb- anak nya untuk berjualan minyak tanah, namun karena , dirinya termasuk type orang yang tidak suka berdiam diri, maka, Suparjan pun memaksa untuk tetap bisa berjualan.

Dari hasil berjualan minyak tanah keliling Suparjan memperoleh penghasilan yang tidak seberapa, terkadang sehari mendapa Rp. 30  – 40 ribu. Dari penghasilannya itu ia bawa pulang untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari. Dia pun mengakui berjualan dengan sepeda angin karena dirinya mengaku memang tidak bisa naik sepeda motor, di rumah isterinya  ikut menopang membantu mencari nafkah suaminya dengan usaha berjualan kecil – kecilan.

“Iya dari dulu ya begini ini perjalanan hidup saya kalau dihitung   ya 50 tahun lebih saya berkeliling naik sepeda berjualan minyak tanah ini dan Sampek sekarang masalah pelanggan ya jelas jauh berkurang jika dibandingkan sebelum adanya gas elpiji ” pungkas Suparjan.   (muk)