FAKTA – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Lahat didemo di Kejati Sumsel oleh aktivis menamakan Caca, desak usut tuntas kegiatan di Kesbangpol kabupaten Lahat.
Dalam tayangan video diakun Tiktok susantoplaju berdurasi sekitar 6 menit 22 detik mereka melakukan aksi di Kejati Sumsel adanya indikasi dugaan pengurangan volume dikegiatan ketidak kesesuaian di Kesbangpol senilai Rp12 miliar lebih, mereka meminta kepada kejati Sumsel usut tuntas kepada OPD terkait teriak pendemo dalam orasinya di depan halaman kantor Kejati Sumsel, belum lama ini.
Saat dimintai tanggapan terpisah LBH dan Ketua LSM Puskokatara Sumatera Selatan Amrullah mendukung aksi demo dari aktivis Caca di halaman gedung kantor Kejati Sumsel, belum lama ini, terkait kegiatan di Kesbangpol yang sangat fantastis puluhan miliar rupiah. Kata Amrulah kepada FAKTA, Senin (1/9/2025), dugaan korupsi terkait pengelolaan belanja yang direalisasikan atas bendahara pengeluaran mengakibatkan kelebihan bayar sebesar Rp960 juta ini segera diusut.
“Saya selaku aktivis dari LBH dan LSM PUSKOKATTARA Sumsel saya sangat mendukung agar pihak APH untuk mengusut tuntas apa yang disampaikan oleh pendemo dan periksa kepala Kesbangpol Lahat Rasuan Ansori,” pinta Amrulah.
Aksi yang digelar oleh aktivis Caca dalam tulisan spanduk “Ada kelebihan bayar sebesar Rp960 juta dibeberapa OPD ini agar diatensi oleh pihak APH yaitu Kejati Sumsel.”
Senada juga disampaikan oleh ketua harian LIDIKKRIMSUS RI Rodhi Irfanto, S.H., mengungkapkan ini kasus apalagi didemo oleh aktivis Caca, “Aaya mendukung APH Kejati Sumsel untuk mengusut tuntas temuan dari LSM Caca, kelebihan bayar sebesar Rp960 juta lebih.”
“Apalagi kondisi Indonesia sedang tidak baik-baik saja untuk menuntaskan korupsi di negara Indonesia, dan Kejagung RI untuk memberikan atensi kepada Kejati Sumsel segera aksi demo di Kejati Sumsel beberapa OPD kabupaten Lahat salah satunya di OPD Kesbangpol,” pinta Rhodi.
Terpisah Kepala Kesbangpol Lahat Rasuan Ansori saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan singkat WhatsApp, Senin (1/9/2025), izin minta tanggapan dari aksi demo di Kejati Sumsel mohon konfirmasinya dijelaskan bahwa itu demo yang pertama dan sudah dijelaskan kepada mereka belum lama ini dari hasil temuan BPK RI kita sudah mengembalikan temuan tersebut ke kas negara, dan tidak ada masalah lagi, dan coba konfirmasi dengan APID ( inspektorat red) biar lebih jelas lagi, ucap Rasuan Ansori melalui telepon selular Senin 1 September 2025. (Bambang MD)






