FAKTA – Tambakrejo, Waru, Sidoarjo – Sorak tepuk tangan dan senyum bangga orang tua memenuhi Lapangan Fasum Blok Casanova, Tambakrejo, saat puluhan anak menampilkan hasil belajar mereka dalam acara IGNITE: Puncak Literasi TBM Embun Pengetahuan 2026, Sabtu (25/7).
Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian program KKN Tematik Literasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) yang telah berlangsung selama satu bulan.
Mengusung tagline “Ignite the Mind, Rewrite the Stars”, kegiatan ini menjadi ruang apresiasi bagi anak-anak yang telah mengikuti rangkaian program literasi selama satu bulan. Melalui berbagai penampilan seni dan kreativitas, peserta menunjukkan hasil belajar sekaligus keberanian mereka untuk tampil di depan publik.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua RT/RW, perwakilan orang tua, serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dari ITS. Dalam sambutannya, mereka menyampaikan apresiasi atas antusiasme warga dan kerja keras mahasiswa KKN dalam menyukseskan program literasi di Tambakrejo.
Rangkaian Kegiatan IGNITE
Berbagai penampilan mewarnai malam puncak IGNITE sebagai bentuk apresiasi atas proses belajar yang telah dijalani peserta selama satu bulan. Anak-anak tampil percaya diri membawakan puisi solo, puisi berantai, puisi grup, hingga story telling secara individu maupun berkelompok melalui role play. Setiap penampilan menjadi bukti berkembangnya kemampuan berkomunikasi, berekspresi, serta keberanian mereka untuk tampil di depan publik.
Tidak hanya itu, penampilan menyanyi solo dan grup, tari modern yang berkolaborasi dengan tari tradisional, serta line dance oleh ibu-ibu PKK turut memeriahkan suasana. Ragam pertunjukan tersebut menunjukkan bahwa literasi tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan membaca dan menulis, tetapi juga dapat diekspresikan melalui seni, kreativitas, dan kolaborasi.
Suasana semakin hangat melalui fun games keluarga yang melibatkan anak-anak, orang tua, dan masyarakat. Momen tersebut menjadi ruang kebersamaan yang mempererat hubungan antarwarga sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan gerakan literasi tidak hanya bergantung pada peserta, tetapi juga pada dukungan keluarga dan lingkungan sekitar. Acara kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi bersama sebagai penanda berakhirnya rangkaian program literasi yang telah berlangsung selama satu bulan.

Antusiasme Warga dan Dampak Positif Bagi Anak
Kehadiran mahasiswa KKN Literasi ITS di TBM Embun Pengetahuan ternyata membawa dampak yang signifikan bagi anak-anak di Tambakrejo. Salah satu orang tua, Ibu Mei, yang merupakan ibu dari Rayyan, salah satu anak peserta literasi, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para mahasiswa KKN.
Ibu Mei menceritakan bahwa sejak kehadiran kakak-kakak KKN di TBM, anak-anak menjadi sangat senang bermain dan belajar di TBM setiap harinya. Kegiatan literasi yang rutin digelar ternyata berhasil mengurangi waktu bermain gawai (screen time) anak-anak. Bahkan, menurutnya, anak-anak selalu bertanya dengan penuh antusias tentang agenda kegiatan esok hari, jam berapa, dan di mana acara akan dilangsungkan.
“Anak-anak jadi lebih semangat, gak sibuk main HP terus. Setiap hari mereka tanya, ‘Besok agendanya apa, Bun? Jam berapa? Di mana?’ Itu yang membuat saya sebagai orang tua sangat bersyukur,” ujar Ibu Mei.
Kolaborasi Untuk Literasi Berkelanjutan
Kegiatan terselenggara berkat kolaborasi berbagai pihak, termasuk mahasiswa KKN Literasi ITS, Perpusnas, relawan, warga setempat, serta mitra strategis TBM Embun Pengetahuan. Sinergi ini menjadi bukti bahwa gerakan literasi membutuhkan dukungan dari semua elemen masyarakat untuk dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.
Pengurus TBM Embun Pengetahuan, Bu Fitri, mengungkapkan rasa bangga dan terima kasihnya atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, IGNITE menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan penggiat literasi mampu menciptakan perubahan yang berarti bagi anak-anak di Tambakrejo. Ia berharap semangat literasi ini tidak berhenti di acara puncak, tetapi terus hidup dalam keseharian anak-anak dan masyarakat.
Hal senada juga disampaikan oleh Bu Puspa, pengurus TBM lainnya. Ia mengaku sangat terkesan dengan antusiasme anak-anak yang tampil percaya diri di atas panggung. Menurutnya, keberanian dan kebahagiaan yang terpancar dari wajah anak-anak adalah hadiah terbesar dari seluruh rangkaian program literasi yang telah dijalankan.
Salah satu mahasiswa yang terlibat juga mengungkapkan rasa bangganya bisa menjadi bagian dari kegiatan ini. Ia melihat langsung bagaimana semangat literasi menyala di hati anak-anak dan masyarakat. Baginya, ini adalah pengalaman berharga yang mengajarkan bahwa perubahan bisa dimulai dari hal kecil, seperti membiasakan membaca dan berkarya.
IGNITE tidak hanya menjadi penutup rangkaian KKN Tematik Literasi ITS, tetapi juga menjadi panggung yang menunjukkan hasil perjalanan literasi anak-anak selama satu bulan. Keberanian mereka tampil di depan publik, antusiasme orang tua yang mendampingi, serta kolaborasi seluruh pihak menjadi bukti bahwa budaya literasi dapat tumbuh ketika dibangun bersama.(adv/son)






