FAKTA — Kabupaten Padang Pariaman kembali mencatatkan prestasi di tingkat Provinsi Sumatera Barat. Dalam peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026 di Universitas PGRI Sumatera Barat (UPI Padang), Kamis (20/8/2026), Padang Pariaman memborong tiga penghargaan sekaligus dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Barat.
Tiga penghargaan tersebut yakni TPAKD Terbaik I tingkat Provinsi Sumatera Barat, SMP Negeri 4 Lubuk Alung sebagai Sekolah Terbaik I, dan SMP Negeri 4 Batang Anai sebagai Sekolah Terbaik II.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman Hendra Aswara. Hendra hadir didampingi Kepala Bagian Perekonomian Setdakab Padang Pariaman Mulyadi.
Capaian itu menjadi gambaran keberhasilan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman bersama OJK, sektor perbankan, satuan pendidikan, dan pemangku kepentingan lainnya dalam memperluas inklusi serta meningkatkan literasi keuangan masyarakat.
Dari sektor perbankan, Bank Nagari Cabang Lubuk Alung juga berhasil meraih predikat terbaik dalam kategori yang diberikan pada kegiatan tersebut.
Mewakili Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis, Hendra Aswara mengapresiasi penghargaan tersebut. Ia menilai capaian itu merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak dalam membangun budaya menabung sekaligus memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan.
“Alhamdulillah, penghargaan ini merupakan hasil dari kebersamaan dan dukungan Bupati, Wakil Bupati, Sekda, TPAKD, sekolah, perbankan, serta seluruh pihak yang terus bergerak mendorong budaya menabung di Kabupaten Padang Pariaman,” ujar Hendra.
Menurut Hendra, tiga penghargaan tingkat provinsi tersebut bukan sekadar pencapaian, tetapi menjadi dorongan bagi Pemkab Padang Pariaman untuk meningkatkan kualitas program literasi dan inklusi keuangan.
“Kita mendapatkan tiga capaian sekaligus, yaitu TPAKD terbaik pertama tingkat Sumatera Barat, SMP Negeri 4 Lubuk Alung terbaik pertama, dan SMP Negeri 4 Batang Anai terbaik kedua. Ini tentu menjadi motivasi bagi kita untuk terus meningkatkan kualitas program,” katanya.
Hendra menegaskan Pemkab Padang Pariaman akan terus memperkuat sinergi dengan OJK dan sektor perbankan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, terutama generasi muda.
Menurutnya, kebiasaan menabung perlu diperkenalkan sejak usia sekolah. Selain membangun budaya mengelola uang secara bijak, edukasi keuangan sejak dini juga penting untuk membentuk karakter dan kemampuan perencanaan keuangan anak.
“Penghargaan ini bukan tujuan akhir. Yang paling penting adalah bagaimana budaya menabung dan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan terus meningkat. Kita ingin anak-anak sejak dini memiliki kebiasaan mengelola keuangan secara bijak dan memiliki perencanaan untuk masa depan,” ungkapnya.
Keberhasilan SMP Negeri 4 Lubuk Alung dan SMP Negeri 4 Batang Anai meraih penghargaan menjadi indikator bahwa gerakan menabung di lingkungan pelajar Padang Pariaman telah berjalan secara konkret.
Pemkab berharap capaian kedua sekolah tersebut dapat menjadi inspirasi bagi satuan pendidikan lainnya untuk semakin aktif membangun kesadaran finansial peserta didik melalui gerakan menabung yang konsisten dan berkelanjutan.
Capaian di tingkat Sumatera Barat juga menjadi modal bagi Padang Pariaman untuk kembali bersaing di tingkat nasional.
Hendra mengatakan pemerintah daerah akan terus melakukan pembenahan dan meningkatkan kinerja program, khususnya pada triwulan III dan IV, agar prestasi yang telah diraih dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan.
“Insyaallah, kita akan bertarung lagi di tingkat nasional. Untuk itu kami mohon dukungan dan kerja sama semua pihak agar pada triwulan III dan IV kinerja kita semakin baik sehingga prestasi ini dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan,” tutur Hendra.
Menurut dia, penguatan literasi dan inklusi keuangan merupakan investasi jangka panjang bagi masyarakat. Semakin baik pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan formal, semakin besar pula peluang masyarakat mengelola keuangan secara sehat dan terencana.
Dengan raihan tiga penghargaan tersebut, Kabupaten Padang Pariaman menegaskan komitmennya membangun masyarakat yang semakin literat, inklusif, dan cerdas secara finansial, sekaligus memperluas akses terhadap layanan keuangan formal bagi seluruh lapisan masyarakat. (SS)






