FAKTA – Deretan kursi pelatihan yang selama berbulan-bulan dipenuhi diskusi, presentasi, hingga simulasi pelayanan publik kini mulai kosong. Namun, semangat yang tertanam dalam diri para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur justru baru saja dimulai.
Pelaksanaan Pelatihan Dasar (LATSAR) CPNS Golongan III Angkatan I dan II serta Golongan II Angkatan I dan II Tahun 2026 resmi berakhir. Bagi para peserta, LATSAR bukan sekadar agenda formal menuju status aparatur sipil negara, melainkan perjalanan membentuk karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat.
Selama pelatihan berlangsung, para peserta ditempa melalui berbagai metode pembelajaran, baik klasikal maupun non-klasikal. Mereka tidak hanya dibekali kemampuan teknis dan manajerial, tetapi juga diperkuat dengan nilai-nilai dasar ASN, mulai dari integritas, loyalitas, hingga profesionalisme dalam menjalankan tugas negara.
Di tengah proses yang penuh tantangan itu, sejumlah nama berhasil mencuri perhatian lewat capaian terbaik di masing-masing angkatan.
Pada Golongan II Angkatan I, penghargaan Terbaik II diraih oleh Pinky Dwi Prasetyo dari UPT PPR Banyuwangi. Sementara pada Golongan II Angkatan II, prestasi Terbaik I diraih oleh Novy Risky Andriany dari UPT P3 LLAJ Surabaya. Adapun posisi Terbaik III diraih oleh Adiek Dwi Maulana Rahmatullah dari UPT P3 LLAJ Kediri.
Prestasi membanggakan juga datang dari Golongan III Angkatan XXVII. Dua pegawai muda dari Sekretariat Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur berhasil menunjukkan kualitas terbaiknya. Predikat Terbaik I diraih oleh Arib Rahman Sutrisna, sedangkan Terbaik II diraih oleh Saktio Bagaskoro.
Pencapaian tersebut menjadi gambaran bahwa regenerasi aparatur di lingkungan Dishub Jatim terus bergerak ke arah positif. Di balik seragam dan tugas administratif yang akan mereka emban nanti, terdapat proses panjang pembelajaran tentang bagaimana menjadi ASN yang mampu hadir untuk masyarakat.
Keberhasilan para peserta terbaik ini diharapkan menjadi energi baru bagi seluruh CPNS lainnya untuk terus meningkatkan dedikasi dan etos kerja. Sebab, tantangan pelayanan publik ke depan tidak hanya membutuhkan pegawai yang cerdas secara teknis, tetapi juga memiliki empati, integritas, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman.
Berakhirnya LATSAR CPNS Tahun 2026 sekaligus menjadi awal langkah pengabdian baru bagi para peserta di instansi masing-masing. Dengan bekal ilmu dan pengalaman selama pelatihan, mereka diharapkan mampu menghadirkan pelayanan publik yang semakin profesional, humanis, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.






