FAKTA – Ketua Paguyuban Kepala Desa se-Kabupaten Kendal, Suyoto mengatakan situasi dan kondisi desa tahun ini 2026 dan tahun yang akan datang akan berbeda dengan tahun tahun kemarin dan atau tahun sebelumnya 2025. Hal ini karena dampak dari program pemerintah tentang pengadaan gedung koperasi merah putih dan proyek makan bergizi gratis. Hal ini berimbas pada bantuan anggaran desa (DD) Bantuan dana desa mengalami penurunan sampai 60 persen, sehingga desa mengalami krisis keuangan. Untuk itu kepala desa harus mampu menggali potensi yang ada di desa sehingga dapat meningkatkan perekonomian di desa. Hal ini dikatakan saat memberikan sambutan pada acara halal BI halal Kades Se-Kabupaten Kendal yang berlangsung di rumah dinas bupati Kendal belum lama ini.
Ketua paguyuban kades Kendal ini berharap agar para kades mampu berkoordinasi dengan program kabupaten Kendal yakni tentang masalah sampah, karena kalau tidak dikelola akan menjadi permasalahan baru, untuk itu desa perlu mencanangkan desa bebas sampah, bersih, aman dan kondusif.
Ia menambahkan bahwa keberadaan desa adalah menjadi ujung tombak dan menjadi motor penggerak daripada cita cita menuju Indonesia emas. Suyoto juga berharap akan doa restu dan dukungan dari bupati Kendal untuk bersinergi, berkolaborasi dengan Pemda Kendal.
Sementara itu Bupati Kendal Diah Kartika Permanasari, SE, MM dalam sambutanya mengatakan saat ini keadaan desa sungguh berat akibat adanya pemotongan dana desa itu, namun demikian kades sebagai pembawa amanat rakyat harus tetap semangat mengabdi di desa untuk itu perlu saling kolaborasi, sinergitas, manyatukan komitmen dan langkah, saling percaya untuk kerja sama.
Terbukti atas kerja sama ini kabupaten Kendal pertumbuhan ekonomi mencapai 7 persen, hal ini perlu terus dijaga dan ditingkatkan serta terus bekerja keras untuk saling mengingatkan, membimbing mengayomi serta menebarkan nilai nilai kebaikan di tengah masyarakat. (Suratin)






