FAKTA – PT Gozco Plantations Tbk (GZCO) mencatatkan kinerja keuangan yang positif sepanjang tahun buku 2025. Dalam paparan publik tahunan yang digelar di kawasan Pasar Minggu, Rabu (10/6/2026), perseroan melaporkan laba tahun berjalan sebesar Rp107,6 miliar atau tumbuh 72,41 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp62,41 miliar.
Peningkatan laba tersebut ditopang oleh pertumbuhan penjualan bersih yang mencapai Rp872,99 miliar pada 2025, naik 8,49 persen dibandingkan realisasi 2024 sebesar Rp804,65 miliar. Sejalan dengan itu, laba kotor perusahaan juga meningkat signifikan sebesar 38,34 persen menjadi Rp226,28 miliar.
Presiden Direktur PT Gozco Plantations Tbk, Kreisna Dewantara Gozali, menyampaikan bahwa kinerja positif tersebut mencerminkan efektivitas pengelolaan operasional perusahaan di tengah dinamika industri kelapa sawit.
“Laba tahun berjalan Perseroan pada 2025 mencapai Rp107,6 miliar, meningkat 72,41 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” demikian disampaikan dalam paparan publik tahunan perusahaan.
Produksi TBS Inti Tumbuh
Dari sisi operasional, produksi tandan buah segar (TBS) inti mencapai 232.691 ton pada 2025, meningkat dibandingkan realisasi 2024 yang sebesar 225 ribu ton. Produksi tersebut juga berhasil memenuhi target yang telah ditetapkan perusahaan dengan tingkat pencapaian 100 persen.
Sementara itu, produksi minyak kelapa sawit mentah (CPO) tercatat sebesar 42.924 ton dan produksi inti sawit (Palm Kernel/PK) mencapai 9.486 ton. Produksi PK bahkan melampaui target tahunan dengan tingkat pencapaian 103 persen.
Hingga akhir 2025, Gozco mengelola areal tertanam seluas 15.949 hektare, terdiri atas 13.461 hektare tanaman menghasilkan dan 2.488 hektare tanaman belum menghasilkan. Rata-rata usia tanaman tercatat 15 tahun 9 bulan.
Penjualan Naik hingga Rp873 Miliar
Kinerja penjualan juga menunjukkan tren positif. Total penjualan CPO, PK, dan TBS sepanjang 2025 mencapai Rp873 miliar, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp805 miliar. Peningkatan tersebut didukung oleh harga jual rata-rata yang tetap kompetitif sepanjang tahun.
Untuk harga jual rata-rata 2025, CPO tercatat sebesar Rp14.427 per kilogram, PK Rp12.294 per kilogram, dan TBS Rp3.277 per kilogram.
Tekan Liabilitas, Perkuat Struktur Keuangan
Selain meningkatkan profitabilitas, Gozco juga berhasil memperkuat struktur keuangannya. Total liabilitas perusahaan turun 12 persen menjadi Rp960,34 miliar pada 2025 dari Rp1,09 triliun pada tahun sebelumnya. Penurunan terbesar berasal dari liabilitas jangka panjang yang menyusut 22 persen menjadi Rp451,24 miliar.
Di sisi lain, total aset perusahaan tercatat sebesar Rp2,19 triliun, sementara total ekuitas berada pada level Rp1,23 triliun.
Siapkan Capex Rp161 Miliar pada 2026
Memasuki 2026, perusahaan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp161 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk program penanaman baru, replanting, perawatan tanaman belum menghasilkan (TBM), serta pembelian aset tetap guna mendukung peningkatan produktivitas kebun dan pabrik.
Rinciannya, sebesar Rp93 miliar dialokasikan untuk penanaman baru, replanting, dan perawatan tanaman, sedangkan Rp68 miliar digunakan untuk investasi aset tetap.
Pada 2026, Gozco menargetkan produksi TBS inti sebesar 230.800 ton, produksi CPO 41.800 ton, dan produksi Palm Kernel sebanyak 8.550 ton. Hingga kuartal I 2026, realisasi produksi TBS inti telah mencapai 35.737 ton atau sekitar 15 persen dari target tahunan. (dina)






