Gemilang! Dua Siswa Spensalu Sabet Juara 1 OMI 2026, Zafran dan Nayla Melaju ke Tingkat Provinsi

Foto kedua siswa yang lolos. (Foto : Spensalu)

Lumajang, majalahfakta.id – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan Kabupaten Lumajang. Dua siswa SMP Negeri 1 Lumajang (Spensalu) berhasil mencatatkan prestasi gemilang dalam Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 tingkat Kabupaten Lumajang.

Keduanya sukses meraih Juara 1 sekaligus memastikan tiket untuk melaju ke tingkat Provinsi Jawa Timur.

Dua siswa berprestasi tersebut yakni Zafran dan Nayla. Keduanya menjadi bagian dari kontingen Spensalu yang mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam ajang kompetisi akademik OMI 2026.

Prestasi tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi sekolah, guru, orang tua, sekaligus masyarakat Lumajang. Sebab, kemenangan bukan sekadar soal gelar juara, tetapi juga menjadi bukti bahwa pembinaan dan pendampingan siswa secara serius mampu melahirkan talenta-talenta akademik yang siap bersaing lebih tinggi.

Pelaksanaan OMI 2026 tingkat kabupaten/kota sendiri berlangsung pada 7–9 September 2026. Secara nasional, ajang tersebut mendapat perhatian besar dengan jumlah peserta yang meningkat. Kementerian Agama mencatat sekitar 230 ribu peserta mengikuti OMI 2026, meningkat 12,7 persen dibanding pelaksanaan sebelumnya.

Kepala SMPN 01 Lumajang, Hasanuddin, menyampaikan rasa syukur atas capaian yang diraih anak didiknya.

Menurutnya, keberhasilan Zafran dan Nayla tidak terlepas dari proses pembinaan serta dukungan seluruh keluarga besar sekolah.

“Alhamdulillah, hasil OMI (Olimpiade Madrasah Indonesia) 2026, SMPN 01 Lumajang (Spensalu) berhasil. Zafran juara 1 dan lolos provinsi, Nayla juara 1 dan lolos provinsi,” ujar Hasanuddin kepada wartawan, Senin (14/9/2026).

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru yang telah memberikan bimbingan kepada siswa hingga mampu mencapai hasil maksimal.

“Terima kasih doa dan dukungannya ibu bapak guru atas bimbingannya,” ungkapnya.

Dua gelar juara pertama tersebut sekaligus menjadi modal penting bagi Zafran dan Nayla untuk menghadapi persaingan di tingkat provinsi.

Melaju ke tingkat provinsi tentu bukan perkara ringan. Jika di tingkat kabupaten mereka berhasil keluar sebagai juara pertama, maka tantangan berikutnya adalah menghadapi peserta-peserta terbaik dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Karena itu, capaian Zafran dan Nayla seharusnya tidak berhenti pada seremoni penghargaan.

Ada pekerjaan lebih besar yang menanti: mempertahankan prestasi, meningkatkan kemampuan, dan membawa nama Lumajang lebih jauh di tingkat provinsi.

Prestasi tersebut juga menjadi pengingat bahwa kompetisi akademik membutuhkan proses panjang. Di balik satu gelar juara, terdapat latihan, pembinaan, pendampingan guru, dukungan keluarga, serta keberanian siswa untuk berkompetisi.

OMI 2026 sendiri mengusung semangat pengembangan talenta dan inovasi madrasah melalui bidang Islam, sains, dan teknologi.

Dengan dua siswa berhasil meraih Juara 1 dan melaju ke tingkat provinsi, Spensalu kini memiliki dua wakil yang membawa harapan besar untuk kembali mengharumkan nama Lumajang.

Perjalanan Zafran dan Nayla belum selesai. Juara 1 tingkat kabupaten adalah awal. Tantangan sesungguhnya kini menunggu di panggung Provinsi Jawa Timur. (mad)