FAKTA – Publik Kota Malang dikejutkan dengan kabar meninggalnya Imam Muslimin, atau yang akrab disapa Yai Mim, mantan dosen UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang. Tersangka kasus dugaan pornografi dan kekerasan seksual tersebut mengembuskan napas terakhirnya tepat sebelum menjalani pemeriksaan di ruang Satreskrim Polresta Malang Kota pada Senin (13/4/2026).
Peristiwa yang terjadi secara mendadak ini menyisakan tanda tanya besar, mengingat pria yang sempat viral karena polemik berkepanjangan dengan tetangganya tersebut dalam kondisi yang terlihat stabil sebelum insiden terjadi.
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, Yai Mim awalnya dijadwalkan untuk memberikan keterangan tambahan terkait kasus hukum yang menjeratnya. Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobhikin, mengonfirmasi bahwa prosedur standar pemeriksaan kesehatan telah dilakukan terhadap tahanan sebelum dibawa keluar dari sel.
“Kondisi yang bersangkutan sebenarnya dalam pemantauan rutin. Berdasarkan prosedur bagi tahanan, pagi itu ia dalam kondisi normal dan tidak menyampaikan keluhan kesehatan apa pun kepada petugas,” ujar Ipda Lukman saat dikonfirmasi oleh awak media.
Namun, suasana tenang di Mapolresta berubah mencekam saat Yai Mim digiring menuju ruang penyidik. Di tengah perjalanan menyusuri lorong menuju ruang Satreskrim, kondisi fisik tersangka tiba-tiba menurun drastis. Saksi mata menyebutkan Yai Mim sempat limbung sebelum akhirnya jatuh terduduk dan kehilangan kesadaran secara mendadak.
Meskipun tim medis segera memberikan pertolongan pertama dan berupaya mengevakuasi tersangka, nyawanya tidak tertolong. Pihak kepolisian saat ini masih melakukan koordinasi lebih lanjut terkait penyebab pasti kematian, meski dugaan sementara mengarah pada serangan medis mendadak.
Meninggalnya Yai Mim membawa babak baru sekaligus kebuntuan dalam kasus hukum yang membelitnya. Sebagai informasi, sosok mantan akademisi ini tengah menjadi sorotan tajam lantaran tersandung kasus dugaan pornografi dan kekerasan seksual yang mencoreng reputasinya. Sebelumnya, ia juga dikenal publik karena konflik horizontal dengan tetangganya yang sempat memicu ketegangan di lingkungan tempat tinggalnya.
Hingga berita ini diturunkan, jenazah telah dibawa ke RSUD dr. Saiful Anwar (RSSA) untuk menjalani visum luar. Pihak keluarga dikabarkan telah mendapatkan informasi resmi mengenai peristiwa ini. (F.1116)






