Kota Pariaman, majalahfakta.id — Pemerintah Kota Pariaman mulai membangun dua Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sebagai upaya memperbaiki infrastruktur pesisir sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan tradisional. Dua kawasan tersebut berada di Desa Marunggi, Kecamatan Pariaman Selatan, dan Desa Ampalu, Kecamatan Pariaman Utara.
Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Wali Kota Pariaman Yota Balad beberapa waktu lalu. Proyek ini menjadi bagian dari program pemerintah pusat yang diarahkan untuk memperkuat kawasan permukiman nelayan sekaligus mendorong kemandirian pangan laut.
Yota mengatakan pembangunan KNMP tidak semata-mata menyangkut penyediaan tempat tinggal atau pembenahan kawasan pesisir. Menurut dia, kawasan tersebut harus mampu menjadi penopang aktivitas ekonomi nelayan dari proses penangkapan hingga pengelolaan hasil perikanan.
“Kita ingin para nelayan kita tidak hanya sekadar menangkap ikan, tetapi juga memiliki fasilitas penunjang yang memadai,” kata Yota, Selasa (15/9/2026) .
Menurut Yota, keberadaan KNMP diharapkan memperbaiki infrastruktur pesisir, meningkatkan produktivitas perikanan, serta menciptakan lingkungan permukiman yang lebih sehat dan tertata.
Pemerintah, kata dia, juga menargetkan peningkatan kualitas hasil tangkapan nelayan agar memiliki nilai jual dan daya saing lebih baik di pasar.
“Kawasan KNMP ini nantinya akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern, mulai dari perbaikan sarana perikanan tangkap, penyediaan fasilitas kebersihan, hingga dukungan alat-alat pendukung produktivitas nelayan,” ujarnya.
Yota meminta masyarakat di sekitar lokasi pembangunan ikut mengawal proses pengerjaan. Ia berharap proyek tersebut dapat diselesaikan tepat waktu sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
Pemerintah Kota Pariaman memandang penguatan fasilitas nelayan menjadi penting karena aktivitas perikanan tidak berhenti pada kegiatan melaut. Ketersediaan sarana pendukung, kebersihan kawasan, serta pengelolaan hasil tangkapan turut menentukan nilai ekonomi yang diterima nelayan.
Dengan konsep KNMP, pembangunan kawasan pesisir diarahkan agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat berkembang secara lebih terintegrasi.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat Syefdinon mengatakan Sumatera Barat memperoleh 26 program KNMP pada 2026. Dua di antaranya dialokasikan untuk Kota Pariaman.
“KNMP ini merupakan program pemerintah pusat untuk menjawab permasalahan dari nelayan-nelayan di Kota Pariaman,” kata Syefdinon.
Menurut dia, dimulainya pembangunan fisik di dua lokasi tersebut diharapkan menjadi titik awal peningkatan kualitas kehidupan masyarakat nelayan.
Ia berharap pembangunan berjalan lancar sehingga fasilitas yang disiapkan dapat segera dimanfaatkan masyarakat dan mendukung target kemandirian pangan laut.
Dua lokasi KNMP di Marunggi dan Ampalu memiliki posisi strategis bagi masyarakat pesisir Kota Pariaman. Pembangunan kawasan tersebut diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik permukiman, tetapi juga membuka ruang bagi peningkatan aktivitas ekonomi berbasis perikanan.
Program ini juga melibatkan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, Pemerintah Kota Pariaman, hingga pemerintahan desa. Perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan serta sejumlah kepala perangkat daerah Pemko Pariaman hadir dalam peletakan batu pertama tersebut.
Bagi pemerintah daerah, keberhasilan KNMP pada akhirnya tidak cukup diukur dari berdirinya bangunan dan tersedianya fasilitas. Tantangan berikutnya adalah memastikan sarana tersebut benar-benar meningkatkan produktivitas nelayan, menjaga kualitas hasil tangkapan, serta memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat pesisir.
Dengan dua KNMP tersebut, Pariaman kini memiliki instrumen baru untuk mengubah kawasan pesisir bukan sekadar tempat nelayan bermukim, tetapi menjadi pusat aktivitas ekonomi kelautan yang lebih produktif dan tertata. (SS)






