FAKTA – Komisi V DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) menyoroti kisruh transportasi mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) Indralaya, Ogan Ilir (OI). Kebijakan yang hanya memperbolehkan bus Damri masuk terminal kampus dinilai memperparah masalah dan merugikan mahasiswa.
Anggota Komisi V DPRD Sumsel Hj Lury Elza Alex Noerdin menegaskan, permasalahan ini harus segera diselesaikan oleh Pemerintah Pusat, pemerintah daerah, dan pihak Unsri.
“Jumlah armada Damri jelas tidak memadai untuk menampung ribuan mahasiswa. Sementara bus organda atau yang dikenal sebagai bus kaleng justru dilarang masuk. Itu kebijakan yang tidak bijak,” tegas Lury, Jumat (29/8/2025).
Politisi Partai Golkar itu menilai bus organda seharusnya tidak disingkirkan, melainkan diatur agar bisa beroperasi bersama Damri.
“Solusinya kolaborasi, bukan pembatasan. Organda bisa diajak kerja sama, bukan dipukul rata dilarang,” katanya.
Lury juga menyesalkan hingga terjadi kericuhan mahasiswa di Kampus Unsri Indralaya. Menurutnya, masalah transportasi menyangkut hak dasar mahasiswa untuk mendapatkan akses pendidikan tanpa hambatan.
Komisi V DPRD Sumsel, lanjutnya, siap memfasilitasi pertemuan semua pihak, mulai dari Dinas Perhubungan, manajemen Unsri, Damri, hingga perwakilan mahasiswa.
“Mahasiswa Unsri harus mendapatkan transportasi yang layak, aman, dan memadai. Jangan sampai masalah ini dibiarkan berlarut,” tegas Lury. (ADV)






