Diduga, Oknum Kepala Desa Muara Padang, Banyuasin Rentalkan Ekskavator

499 views
Diduga oknum Kepala Desa Muara Padang berinisial TRM, reentalkan ekskavator kepada Henoprion untuk daerah OKI dan OKUT.


Majalahfakta.id – Ekskavator milik Unit Pelayanan Jasa Arista (UPJA) Tani Jaya yang dipinjam dari Dinas Pertanian Tanaman dan Holtikultura, Provinsi Sumatera Selatan, sebanyak tiga buah, dengan nomor lambung B. 76. B. 95. Dan B. 124. Model. Pc.200,8m, berat. 20.50 nomor. Seri.c.2005 diduga direntalkan oknum Kepala Desa Muara Padang, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, ke Henoprion.

Harga masing -masing Rp 250 juta, Rp 200 Juta dan Rp 180 juta. Tentunya hal tersebut menyalahi aturan, karena pihak UPJA Tani Jaya, mengajukan peminjaman ekskavator, sebanyak tiga buah ke Dinas Pertanian Sumsel untuk kepentingan kelompok Tani Jaya dalam pembukaan lahan.

Kenyataanya, oknum Kepala Desa Muara Padang berinisial TRM, direntalkan kepada Henoprion untuk daerah OKI dan OKUT.

Sesuai dengan surat penyataan yang berbunyi, “saya yang bertanda tangan di bawah ini, nama Thamrin, dengan sesungguhnya, bahwa benar alat ekskavator milik UPJA Tani Jaya. Dan alat tersebut, kami pinjamkan kepada saudara Henoprion. dengan sistim pinjam pakai (rental), ” demikian bunyi surat pernyataan oknum Kepala Desa. TMR.

Hal ini membuat kebakaran Jenggot Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sumatera Selatan.

Sampai jatuh tempo tanggal 16 Agustus 2021 batas peminjaman tiga alat berat itu belum juga dikembalikan.

Sesuai dengan surat yang dikirimnya, dan ditanda tangani Plt Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumsel. Dr. Ir. H. R. Bambang Pramono. M.si. pertama tertanggal 16 Agustus. 2021. Nomor.520.5/ 2055/PSP.DIS.PTPH/2021 sifat Penting.

Kemudian surat kedua, tertanggal 30 Agustus 2021. Dengan Nomor surat masih sama dengan nomor surat yang pertama, yang intinya dalam surat tersebut, ditujukan Kepada Ketua UPJA Tani Jaya Didesa Muara Telang ,untuk segera mengembalikan ketiga alat tersebut dengan keadaan kondisi baik dan harus sudah diservis.

Demikian bunyi surat tersebut, karena sampai saat ini, ketiga alat tersebut belum dikembalikan dan belum ada laporan pemanfaatan alat tersebut.

Kemudian alat itu akan digunakan, untuk mendukung kegiatan optimalisasi lahan rawa di Provinsi Sumatera Selatan.

Sementara itu, Ketua UPJA Muara padang, H. A. Kadir yang dihubungi di rumahnya Desa Muara Padang, sedang tidak ada di tempat.

Begitu pula dengan oknum kepala Desa yang menyewakan alat berat (TMR).

Wartawan majalahfakta.id menitipkan surat wawancara tertulis, kepada bendahara desa tentang keterlibatannya dalam merentalkan alat berat milik kelompok tani.

Namun sampai berita ini di kirim ke redaksi belum memberikan jawaban.(ito)