FAKTA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) mencatat pada bulan September 2024, inflasi Year on Year Sumbar sebesar 1,52 persen dan Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Dharmasraya sebesar 2,85.
Kepala BPS Sumbar, Sugeng Arianto, mengatakan, terjadinya inflasi year on year (y-on-y) sebesar 1,52 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,12.
“Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Dharmasraya sebesar 2,85 persen dengan IHK sebesar 107,00 dan terendah terjadi di Kota Padang sebesar 1,28 persen dengan IHK sebesar 106,02,” katanya, Selasa (1/10).
Secara month to month (m-to-m) Provinsi Sumbar di September 2024 mengalami deflasi sebesar 0,44 persen. Hingga September 2024, inflasi year to date (y-to-d) Provinsi Sumbar sebesar 0,15 persen.
Selain itu, Kepala BPS Sumbar, juga mengatakan, Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Sumbar periode September 2024 sebesar 125,47 atau naik 1,10 persen dibanding NTP bulan sebelumnya.
Peningkatan NTP dikarenakan adanya peningkatan Indeks Harga yang diterima Petani (It) naik sebesar 0,17 persen, sedangkan Indeks Harga yang dibayar Petani (Ib) mengalami penurunan sebesar 0,92 persen.
“Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Sumbar September 2024 sebesar 126,28 atau naik 0,25 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya,”katanya.
Pada bulan September 2024 rata-rata harga gabah kualitas GKP di tingkat petani mengalami peningkatan sebesar 2,38 persen dari Rp7.509,98 per kg (Agustus 2024) menjadi Rp7.688,45 per kg (September 2024).
Dan di September 2024 rata-rata harga gabah kualitas GKP di tingkat penggilingan mengalami peningkatan sebesar 2,10 persen dari Rp7.704,20 per kg (Agustus 2024) menjadi Rp7.865,84 per kg (September 2024).
Sedangkan untuk, kunjungan wisata mancanegara ke Sumbar pada Agustus 2024, melalui pintu masuk Bandara Internasional Minangkabau (BIM) sebanyak 6.685 kunjungan.
Tingkat Penghunian Hotel (TPK) pada hotel berbintang di Sumbar pada Agustus 2024 sebesar 44,07 persen. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang selama periode Agustus 2024 adalah 1,21 malam,”ujarnya.
Sementara, jumlah penumpang angkutan udara yang berangkat dari BIM, Agustus 2024 mengalami penurunan sebesar 11,21 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Jumlah penumpang angkutan udara yang datang di BIM pada Agustus 2024 mengalami penurunan sebesar 11,06 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
“Jumlah barang yang dimuat melalui angkutan laut dalam negeri Sumbar pada Agustus 2024 mengalami penurunan sebesar 14,20 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Jumlah barang yang dibongkar melalui angkutan laut dalam negeri Sumbar di Agustus 2024 mengalami penurunan sebesar 7,77 persen dibandingkan bulan sebelumnya,” ujarnya.
Jumlah penumpang kereta api pada Agustus 2024 pada kelas ekonomi lokal mengalami penurunan sebesar 15,54 persen dibanding bulan sebelumnya.
Jumlah barang yang dimuat kereta api pada Agustus 2024 mengalami penurunan sebesar 40,22 persen dibanding bulan sebelumnya.
Disisi lain, nilai ekspor yang berasal dari Sumbar pada Agustus 2024 sebesar US$240,93 juta, terjadi peningkatan sebesar 64,40 persen dibanding ekspor Juli 2024.
“Adapun golongan barang yang paling banyak diekspor pada Agustus 2024 adalah golongan lemak & minyak hewan atau nabati (HS 15) sebesar US$202,75 juta, diikuti golongan bahan-bahan nabati (HS 14) sebesar US$8,85 juta, dan golongan berbagai produk kimia (HS 38) sebesar US$8,09 juta,”imbuhnya.
Lalu nilai impor Sumbart pada Agustus 2024 sebesar US$43,57 juta, terjadi penurunan sebesar 7,60 persen dibanding impor Juli 2024. Golongan barang impor pada Agustus 2024 paling besar adalah bahan bakar mineral (HS 27) sebesar US$23,57 juta. (ss)






