Ekbis  

BNI Ikut Mewarnai Perjalanan Sejarah Bangsa Dalam Membangun Perbankan Nasional

FAKTA – Sebuah momentum bersejarah Bank Negara Indonesia ( BNI) menuju 80 tahun usia yang cukup senior bank yang lahir 5 Juli 1946 . Sebuah bank yang ikut mewarnai perjalanan ekonomi dan perbankan dalam sejarah bangsa ini.

Sampai saat ini BNI masih menjadi tumpuan dan perkembangan tumbuhnya perekonomian ditengah kebutuhan pelayanan modal dan simpanan sering semakin banyaknya bank bank swasta, dan sektor perbankan lainnya.

BNI adalah salah-satu Bank BUMN ( Badan Usaha Milik Negara) yang telah menjalani perjalanan panjang waktu yang mengiringi sejarah bangsa terutama pembangunan sektor perbankan nasional.

BNI meskipun dalam memberikan tempat pelayanan nasabah ke kantor tidak seperti membangun banyak unit – unit atau teras di tingkat disetiap Kecamatan,
namun dengan usia sudah menuju 80 tahun BNI menjadi akrab ditelinga masyarakat.

Dan sebagai wujud fasilitas BNI sudah membangun ATM ( Anjungan Tunai Mandiri) di titik – titik tempat strategis, seperti dijalan yang strategis yang aman dan jumlahnya mencapai cukup banyak.

Penyebaran ATM BNI sudah menjangkau lapisan masyarakat mulai disudut tiap kecamatan, dan kota serta tempat yang dibutuhkan oleh nasabah.

Bagi masyarakat yang ingin simpan uangnya atau membutuhkan modal juga tidak segan untuk konsultasi dan pengajuan di kantor cabang yang tersedia di setiap Kabupaten dan kota terdekat di seluruh Indonesia.

Untuk menuju BNI melangkah lebih maju lagi dalam perkembangannya didepan yang menjadi harapan, tumpuan untuk membangun lagi jaringan- jaringan yang lebih luas. Seperti karena nasabah yang membutuhkan kehadiran BNI ada di dusun, desa, atau kota perlunya untuk dibangun kerja sama yang solid, yang utama jaringan di seluruh pelosok desa agar kehadiran ada . Desa perlu diajak untuk diberikan fasilitas BNI sebagai sasaran masyarakat langsung sebagai tempat transaksi keuangan publik.

Saat ini sesuai pemantauan media online maupun cetak keberadaan BNI sudah sebagai layanan link masyarakat untuk pembayaran dan transaksi lainnya.
Yang perlu ditambahkan adalah salah- satunya tempat lokasi kantor unit kecil ditingkat desa jika diprogramkan oleh kerja sama desa dan BNI.

BNI pernah dan telah memberikan program bunga rendah untuk nasabah yang membutuhkan modal dengan bunga 6 persen pertahun. “Kami memberikan bunga rendah untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) , sebesar 6 persen pertahun,” terang, Printa salah – satu karyawan marketing Cabang BNI Ngawi yang induknya berada di pusat Cabang Madiun.

Yang menjadi harapan masyarakat adalah karena Bank itu punya naungan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan BI cekhing tentunya mengetahui raport nasabah dari baik, cukup baik, atau skore nilai nya rendah agar BNI bersikap lebih luwes, andaikan ada nasabah catatan tidak cukup parah hendaklah untuk ada kebijaksanaan dan solusi agar nasabah dibangun kembali kepercayaannya.

Karena yang lebih menguntungkan bagi Bank itu di sektor produktif atau sektor perdagangan lebih besar daripada misalnya sektor konsumtif, maka laba bank banyak yang menyasar ekonomi produktif seperti perdagangan, industri dan lainnya yang bersifat laba aktif, maka BNI lebih arif dan bijaksana pada nasabah, serta memberikan edukasi agar erat bersama- sama memperkuat ekonomi.

“BNI sudah bagus, yang lebih dibutuhkan kedepan nya bila perlu fasilitas BNI bisa sampai di desa atau sudut Kecamatan,” jelas Supono, salah-satu pengusaha perkebunan.

BNI telah berusia sangat matang dan senior, sehingga sudah pasti BNI sudah memahami para nasabahnya, masyarakat nya yang membutuhkan pelayanan menabung, permodalan seperti untuk perdagangan, pertanian, perkebunan, dan lainya. (Rif)