Daerah  

Bantuan Gapoktan dari Pemkab Ngawi Tidak Boleh Dijual Namun Bisa Dikembangkan

Bantuan yang diberikan sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup Kelompok Tani (Koptan).

FAKTA – Kelompok Tani (Koptan) yang juga tergabung dalam Gapoktan  (Gabungan Kelompok Tani) , salah – satunya untuk menyerap program pemerintah daerah, dengan sumber anggaran daerah baik berbentuk barang atau hibah, seperti Pemda Ngawi dari Dinas pertanian untuk Gapoktan.

Bantuan yang diberikan sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup Kelompok Tani (Koptan), namun terdapat masalah jika bantuan disalahkan gunakan, termasuk bila aset dijual.

Tidak akan ada masalah bila bantuan barang tersebut dimanfaatkan  dengan baik, juga bantuan hibah berupa anggaran keuangan bisa digunakan aktif  oleh Gapoktan untuk dikembangkan, (22/05/2024).

Di Dusun/Desa Sembung, Kecamatan Karangjati ada yang belum tahu tentang pemanfaatan bantuan barang berupa Roda tiga untuk Angkutan, mereka takut bila barang tersebut disewakan, yang sebenarnya bisa menambah kas Kelompok Tani (Koptan).

“Ini tidak kita sewakan, cuma siapapun warga desa Sembung bisa pakai untuk keperluan angkutan, yang pinjam cuma isi kas, tidak target”, terang, Wito Ketua Kelompok Tani.

Kemudian diantara warga meminjam perhari Rp30.000 selama 1,5 bulan yang dapat untuk menunjang pemeliharaan barang. “Saya, memang merasa dibantu karena dipinjami aset dari Kelompok Tani, dan kita tetap sewa untuk isi kas”, jelas, Sigit, warga yang sehari hari berjualan air mineral keliling, (23/05/2024).

Menurut Sojo, Penasehat senior Gapoktan se- kecamatan Karangjati, menyatakan Aset yang berupa barang asal tidak dijual itu aman, dan untuk dikembangkan komersial dapat menambah kas Gapoktan tidak masalah.

“Antara sewa dan untuk isi kas itu artinya sama, justru itu kelompok Tani hidup aktif yang penting tidak menjual aset atau barang bantuan, ” tegas, Sojo, yang juga calon Anggota dewan terpilih tahun 2024. (rif)