FAKTA – Edukasi mengenai keamanan finansial digital menjadi sorotan utama dalam seminar “Tips Aman Bertransaksi Online” yang digelar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Badung di Gedung Kertha Gosana, Puspem Badung, Selasa (21/4/2026). Hadir sebagai narasumber, perwakilan OJK Provinsi Bali, Anak Agung Ngurah Surya (Gung Surya), membedah berbagai risiko dari pinjaman online (pinjol) hingga kejahatan fisik di mesin ATM.
Gung Surya memberikan peringatan keras kepada UMKM dan masyarakat umum agar tidak sembarangan memberikan dokumen pribadi seperti KTP, Kartu Keluarga, dan foto selfie. Dokumen-dokumen sensitif tersebut merupakan syarat utama pengajuan pinjaman yang saat ini sangat rawan disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Menariknya, Gung Surya menyoroti perilaku masyarakat yang sering kali melakukan pinjaman hanya demi memenuhi gaya hidup atau tren agar terlihat mewah (glamour). Hal ini berisiko memicu gagal bayar (galbay) yang berdampak pada masuknya identitas nasabah ke dalam daftar hitam BI Checking atau SLIK OJK.
“Jangan sepelekan tunggakan, meski hanya sebesar Rp 10.000. Itu sangat berpengaruh. Ketika suatu saat Anda ingin meminjam modal usaha di bank, seperti BPD Bali, pihak bank tidak akan meloloskan karena Anda memiliki tanggungan yang tercatat. Jangan biarkan masa depan kredit Anda hancur hanya demi mengikuti tren,” tegas Gung Surya.
Selain ranah digital, OJK juga memperingatkan modus kejahatan di mesin ATM. Gung Surya meminta warga untuk memeriksa lubang keluar uang dan tombol angka PIN untuk memastikan tidak ada alat perekam (skimmer) atau benda yang menghalangi.
Ia juga mengungkap modus penipuan kartu ATM yang sengaja dibuat tertelan oleh mesin. Pelaku biasanya menempelkan stiker nomor customer service palsu untuk menjebak korban yang sedang panik.
“Jika kartu tertelan, jangan pernah hubungi nomor yang tertempel di mesin ATM tersebut karena sering kali itu nomor palsu milik pelaku. Ingat, nomor resmi call center bank selalu diawali dengan angka 1, bukan nomor seluler 08xxx. Cara terbaik adalah langsung mendatangi kantor bank terdekat untuk melakukan pemblokiran,” imbuhnya.
Menutup pemaparannya, Gung Surya memberikan tips bagi publik yang gemar berbelanja di e-commerce. Untuk memastikan transaksi berhasil dan barang sampai dengan aman, ia menyarankan konsumen untuk lebih teliti dalam memilih toko, misalnya dengan memprioritaskan akun yang terverifikasi resmi seperti label ‘Shopee +’ atau kategori serupa yang menjamin keaslian serta keamanan transaksi bagi pembeli.
Disis lain, Ketua SMSI Badung I Nyoman Sarmawa mengatakan literasi ini penting untuk memberi pemahaman kepada masyarakat, terutama pedagang pasar, yang masih awam soal transaksi digital.
“Selama ini banyak pedagang di pasar kurang paham transaksi digital. Kalau ada kendala seperti saldo terpotong tapi transaksi gagal, mereka bingung harus bagaimana. Kegiatan ini solusinya,” ujarnya. (fa)






