FAKTA – Lemahnya penanganan sejumlah kasus dugaan korupsi di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) Sulawesi Barat membuat para aktivis turun ke jalan. Mereka menggelar demo di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Polman.
Aksi demonstrasi yang digelar dilakukan di dua titik yang berbeda pada hari Rabu, 7 Mei 2025, yakni Kantor Bupati dan Kantor Kejaksaan Negeri Polewali Mandar,
Lanjut dalam demo tersebut, para aktivis mendesak Kejari Polman untuk segera menuntaskan kasus-kasus yang merugikan negara hingga mencapai ratusan miliar.
Dari orasi yang disampaikan Irfan mendesak Kejaksaan Negeri Polman agar segera periksa Kadis Kesehatan terkait penggunaan anggaran 196 miliar dan beberapa kasus besar yang disorot yaitu, kasus PBI, Antropometri, Air bersih Puskesmas dan Tenaga Surya Puskesmas.
Lanjut para demonstran juga mendesak Kajari segera tersangkakan kasus korupsi UTD PMI T.A 2019 -2023 dan juga Periksa Kadis DP2 KB P3A terkait pengggunaan anggaran 9 Miliar, Silfa 1,3 Miliar Dan penggunaan Anggaran 20 Miliar T.A. 2024 di RS Pratama serta dana stunting 127 Miliar tersebar di 10 OPD
Lebih lanjut Kepala Kejaksaan Negeri Polman melalui Kasi Intel saat menemui massa aksi menyampaikan, saya sangat mengapresiasi gerakan aksi demo seperti ini dan terkait semua tuntutan saya pasti buka akan saya pelajari dan diupayakan untuk segera dituntaskan,” ungkapnya.
“Selanjutnya para peserta demo juga sampaikan tuntutannya di depan Kantor Bupati Polewali Mandar (Polman) mendesak Bupati segera mengevaluasi OPD dan mencopot Kepala Dinas serta ASN yang terlibat sebagai mana tuntutan yang kami sampaikan,” ungkap irfan dalam orasinya. (Ammank-007)






