AIR TERJUN IRENGGOLO KEDIRI, WISATA IMPIAN EKS KARYAWAN PT HARTANI RAPI

769 views


Diharapkan Pemerintah Kabupaten Kediri maupun Provinsi Jawa Timur dapat memberikan perhatian yang serius terkait dengan fasilitas yang ada di Air Terjun Irenggolo.
Diharapkan Pemerintah Kabupaten Kediri maupun Provinsi Jawa Timur dapat memberikan perhatian yang serius terkait dengan fasilitas yang ada di Air Terjun Irenggolo.

SABTU (25/3) komunitas Eks Karyawan PT Hartani Rapi yang menamakan dirinya ORPAGEN (Ora Patek Genah) melakukan tour sebagai bentuk temu kangen sesama mantan karyawan supermarket yang terletak di area komplek Manyar Kertoarjo, Surabaya, ke obyek wisata Air Terjun Irenggolo. Tepatnya di Dusun Besuki, Desa Jugo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur.

Mantan karyawan yang terdiri dari beberapa bagian itu memulai perjalanan dari Surabaya, tepatnya mengambil garis start di gedung DPRD Kota Surabaya pada pukul 06.30 WIB dengan mengendarai kendaraan operasional Komisi A DPRD Kota Surabaya menuju Kota Kediri yang jarak tempuhnya sekitar 123 km.

Pada jam 9 pagi rombongan sempat istirahat di pom bensin Mojokerto sekedar untuk mengisi perut keroncongan yang tidak sempat sarapan pagi atas sumbangan Ibu Loli, pengusaha penyetan dengan sambel yang super pedas dengan lauk ikan lele, ikan pe dan ayam goreng. Selanjutnya jam 10 pagi rombongan kembali melanjutkan perjalanan dan tiba di Terminal Kediri Kecamatan Semen pada pukul 10.30 WIB dengan perjalanan cukup lancar tak ada kendala apa pun.

Dari terminal tepatnya di Pasar Semen, rombongan ditemui oleh Wilogo yang juga mantan karyawan PT Hartani Rapi yang saat ini menjadi pengusaha kuliner di kawasan wisata air terjun Irenggolo untuk melanjutkan perjalanan menuju kawasan obyek wisata Irenggolo, yang ditempuh kurang lebih 20 km melalui pegunungan dengan jalan berliku yang dihiasi pohon pinus dan hamparan sawah yang cukup indah dan menakjubkan. Rasa penat akibat lelahnya perjalanan tak menyurutkan tekad rombongan untuk sekedar melampiaskan kangen karena sudah cukup lama tak bertemu. Sepanjang perjalanan eks karyawan PT Hartani Rapi membuat celotehan dengan sendau-guraunya mengulas cerita lama saat masih menjadi karyawan di perusahaan tersebut.

Ditempuh kurang lebih 20 menit dari Terminal/Pasar Semen akhirnya rombongan pun sampai juga di kawasan obyek wisata Irenggolo. Kebetulan saat itu di kawasan wisata tersebut berbarengan dengan diadakan lomba sepeda gunung Downhill Open 2017 Bupati Kediri Cup pada tanggal 24-26 Maret 2017.

Sesampainya di kawasan Air Terjun Ironggolo rombongan disambut oleh Bu Yani, pemilik warung kuliner di kawasan itu yang kebetulan dulu sama-sama bekerja satu perusahaan dengan Wilogo, suaminya.
Sesampainya di kawasan Air Terjun Ironggolo rombongan disambut oleh Bu Yani, pemilik warung kuliner di kawasan itu yang kebetulan dulu sama-sama bekerja satu perusahaan dengan Wilogo, suaminya.

Sesampainya di kawasan Air Terjun Ironggolo rombongan disambut oleh  Bu Yani, pemilik warung kuliner di kawasan itu yang kebetulan dulu sama-sama bekerja satu perusahaan dengan Wilogo, suaminya. Dengan disuguhi wedang kopi panas dan aneka gorengan maupun bakso hangat semakin menambah suasana hangat dan akrab karena gerimis mulai mengguyur di kawasan tersebut. Hidangan yang disuguhkan penuh dengan senyuman pemiliknya sebagai awal menu sebelum akhirnya rombongan bermain menuju ke air terjun Irenggolo  yang berada di Kawasan Wisata Besuki di ketinggian 1.200 m di atas permukaan laut di gugusan lereng Gunung Wilis (1.950 m).

Tumpahan airnya sekitar 80 meter dengan bentuk trap-trap mini dan pemandangan alam yang indah dengan suhu sekitar 18 derajat Celcius yang memiliki ketinggian 1.200 m dari permukaan laut, yang terletak kawasan Besuki, tepatnya di gugusan lereng Gunung Wilis. Aliran air yang mengalir dari tebing-tebingnya yang setinggi 80 m itu membentuk undak-undakan kecil dengan pemandangan alam yang luar biasa indah dan ditambah dengan udara yang dingin dan sejuk membuat rombongan asyik bermain air sambil bersendau-gurau ditemani gerimis rintik-rintik membuat suasana semakin dingin. Namun begitu tak menyurutkan tekad untuk mengagungi dan menikmati ciptaan-Nya.

Kurang lebih satu jam usai mandi di air terjun, rombongan mulai berkemas untuk pulang kembali ke Surabaya, karena hari mulai beranjak sore menjelang Maghrib. Sebelumnya, oleh Wilogo maupun Yani, pasangan suami-istri yang romantis yang dulu sama-sama satu pekerjaan itu, teman-teman Orpagen disiapkan makan sore dengan menu nasi empok (jagung) dengan lauk opor ayam, telur dan ikan laut yang sedap hasil olahan sendiri. Tak ketinggalan teh hangat sebagai penutup pertemuan teman-teman Orpagen yang sudah lama tak bersua dengan pasangan suami-istri yang cukup lama sebagai penghuni kawasan Gunung Wilis tersebut. Begitu pun tiwul dan gatot kering tak ketinggalan diberikan sebagai tali asih oleh-oleh (buah tangan) pertemuan eks karyawan PT Hartani Rapi.

Sekedar diketahui, air terjun yang berjarak 28 km arah barat daya Kota Kediri, ditempuh hanya 30 menit berkendaraan yang bisa dilalui dengan mudah, karena jalan yang mengantarkan ke air terjun pun relatif mudah dan mulus. Akses menuju air terjun ini dengan kondisi jalan 85 % hotmix dan dapat ditempuh dengan segala macam kendaraan hingga di kawasan wisata air terjun tersebut. Perjalanan menuju air terjun ini dapat dimulai dari Kota Kediri di mana pertama-tama menyeberang ke bagian barat Sungai Brantas yang membelah Kota Kediri, lalu meluncur ke daerah Poh Sarang, Kecamatan Semen, menuju Besuki. Selanjutnya melintasi Desa Selopanggung, tempat tokoh nasional Tan Malaka dimakamkan, dan akhirnya sampai di pintu gerbang Kawasan Wisata Besuki.

Bagi pengguna kendaraan umum, dari Terminal Bus Tamanan Kota Kediri, naik angkutan pedesaan jurusan ke Kecamatan Mojo. Kemudian turun di Desa Besuki, dilanjutkan dengan berjalan kaki ke lokasi air terjun. Selain dengan berjalan kaki dari Desa Besuki dapat menggunakan jasa sewa ojek atau angkutan pedesaan. Dari area pintu gerbang masuk perjalanan dilanjutkan sekitar 200 m menuju area parkir kendaraan, yang diteruskan dengan berjalan kaki ke lokasi air terjun tersebut dengan membayar tiket masuk Rp 3.000,- per orang.  Sedangkan biaya parkir Rp 1.000,- per kendaraan untuk roda dua.

Sarana transportasi, komunikasi, dan listrik telah mendukung keberadaan obyek wisata ini. Demikian pula berbagai prasarana fisik yang lain, seperti tempat parkir, toilet, kamar mandi, kolam renang dan mushola. Bahkan di sini tersedia area untuk berkemah. Hanya saja di kawasan obyek wisata tersebut belum dibangun penginapan. Sehingga jika ingin bermalam harus ke Kota Kediri. Dekat dengan air terjun Irenggolo, terdapat pula air terjun Dolo yang terletak 4 km dari Irenggolo, dengan ketinggian 90 m.

Wilogo kepada Sudarmanto dari FAKTA mengharapkan Pemerintah Kabupaten Kediri maupun Provinsi Jawa Timur dapat memberikan perhatian yang serius terkait dengan fasilitas yang ada di Air Terjun Irenggolo. ”Saya dan  masyarakat sini sangat berharap agar wisata air terjun yang dikenal cukup sejuk ini mendapat perhatian dan sentuhan yang lebih dari Pemerintah Kabupaten Kediri maupun Provinsi Jawa Timur untuk membenahi fasilitas maupun infrastrukturnya, supaya nantinya dapat menyedot perhatian wisatawan lokal maupun manca negara, sehingga dapat meningkatkan perekonomian dan taraf hidup masyarakat di sekitarnya,” pintanya. (F.568)