Memperingati HUT Ke-81 RI, 306 Warga Binaan Lapas Slawi Terima Remisi, 2 Orang Langsung Bebas

Bupati Tegal, Iskhak Maulana Rohman didampingi Wakil Bupati Tegal, Akhmad Kholid menyerahkan remis pada warga binaan lapas Tegal Andong. (foto : sus/majalahfakta.id)

FAKTA – Sebanyak 306 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Slawi menerima Remisi Umum dalam rangka peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Penyerahan dilakukan Senin (17/8/2026) di halaman belakang Lapas Slawi, Kabupaten Tegal.

Dari jumlah itu, dua orang langsung bebas setelah menerima Remisi Umum II. Mereka adalah Rahmat Santoso, 29, warga Balapulang dengan remisi 2 bulan, dan Muhammad Andi Lubis, 38, asal Medan dengan remisi 5 bulan. Sementara 304 warga binaan lainnya mendapat pengurangan masa pidana antara 1 hingga 6 bulan.

Upacara berlangsung khidmat dan dipimpin Kepala Lapas Kelas IIB Slawi Edi Kuhen. Hadir Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Wakil Bupati Ahmad Kholid, Sekretaris Daerah Amir Makhmud, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Tegal.

Empat warga binaan menerima remisi secara simbolis. Salah satunya Ade Setiawan yang mendapat remisi 6 bulan dan Muhammad Sultan Aditya 1 bulan.

Edi Kuhen mengatakan pemberian remisi mengacu pada Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Remisi diberikan kepada warga binaan yang berkelakuan baik dan aktif mengikuti program pembinaan.

“Rata-rata warga binaan di sini terjerat kasus perlindungan anak, asusila, pencurian, penggelapan, dan narkoba,” ujar Edi.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah dan Forkopimda atas dukungan terhadap program pembinaan di lapas.

Bekal Keterampilan Sebelum Kembali ke Masyarakat
Sejalan arahan Kementerian, Lapas Slawi kini mengembangkan program unggulan berbasis ketahanan pangan dan keterampilan. Program yang berjalan meliputi peternakan ayam petelur, budidaya lele sistem bioflok, pertanian, pembuatan sarung goyor, perbaikan shuttlecock, hingga produk UMKM.

Kerja sama dilakukan dengan yayasan dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. Tujuannya agar warga binaan memiliki bekal kemandirian saat kembali ke masyarakat. Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman mengapresiasi inovasi pembinaan tersebut.

“Saya sangat kagum melihat kegiatan yang luar biasa di sini. Ada ayam petelur, lele, sarung goyor, produk UMKM, bahkan penampilan musik gamelan dari warga binaan. Semua ini sangat positif dan patut diapresiasi,” kata Ischak.

Ia berpesan agar remisi menjadi motivasi. “Jalani masa pembinaan dengan sebaik mungkin. Setelah keluar nanti, jadilah pribadi yang lebih baik, bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat,” ujarnya.

Dalam kunjungan itu, Bupati juga meninjau blok hunian. Lapas dengan kapasitas ideal 220 orang saat ini dihuni 434 warga binaan. Meski melebihi kapasitas, kondisi sel dinilai tetap bersih dan tertib.

Rangkaian kegiatan juga meliputi penyerahan premi hasil kerja warga binaan, bantuan sosial bagi keluarga yang membutuhkan, penandatanganan kerja sama, serta pemberian penghargaan kepada mitra pembinaan.

Bagi Lapas Slawi, peringatan kemerdekaan tahun ini tidak hanya menjadi seremoni pengurangan masa pidana. Momentum itu juga menjadi penanda upaya negara menyiapkan warga binaan agar bisa memulai lembaran hidup baru setelah bebas. (sus)