Daerah  

Tokoh Masyarakat Pulau Marsela Harap Migas Abadi Blok Masela sebagai Aset Maluku Barat Daya

AKBP ( Purn ) Polri Adolf Beay, SE mantan Kapolres Jayawijaya. (foto: jon/majalahfakta.id)

FAKTA – Tokoh Masyarakat Maluku Barat Daya (Kalwedo) ADOLF BEAY, SE minta Pemerintah Pusat meninjau kembali dan merevisi nama Migas Blok Masela karena Masela adalah marga bukan pulau tempat migas berada sehingga penyebutan yang benar adalah Blok Marsela untuk itu kami sebagai anak cucu dari pulau Marsela mohon agar tidak melaksanakan giat migas Masela di Kabupaten KepulauanTanimbar yang rencana di mulai peletakan batu pertama tanggal 16/7/26 di Lermatang Kepulauan Tanimbar, menurut kami migas Masela berada di Radius kepulauan Kabupaten Maluku Barat Daya yang merupakan pulau terluar . Salah satunya Migas Blok Marsela yang nota bene berbatasan dengan Negara Australia dan Timur Leste. Untuk itu saya sebagai anak asli kampung atau Dusun Uiwily Pulau Marsela tidak setuju di sebut-sebut sebagai Migas Blok Masela itu tidak benar , sebab nama Masela adalah marga salah satu orang tua asal kampung Babiyotan atau Iplaitmomta dari Pulau Marsela yang merantau ke pulau Tanimbar sejak dahulu kalah jaman penjajahan Belanda /Jepang dan atau perang Dunia Ke – 2 tapi karena lupa marga yang sebenarnya maka yang bersangkutan menggunakan Marsela menjadi Marga Masela ( lupa marga yang sebenarnya ) kata Adolf Beay mantan kapolres Jayawijaya Putra Uiwili ini ketika ditemui Redaksi di kediamannya di Waena Distrik Heram, kota Jayapura , Selasa 14 Juli 2026 pukul 11.30 Wit.

Lanjutnya sampai sekarang ini turunannya berkembang biak di Pulau Tanimbar ia pun menambahkan , kecamatan Marsela di sebut dengan Kecamatan Masela , karena pada saat itu pulau Marsela masih menjadi satu Kabupaten yaitu Kabupaten Maluku Tenggara Barat ( MTB ) di Pulau Tanimbar, sekarang menjadi Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Saat ini Marsela resmi masuk Wilayah Pemerintahan Kabupaten Maluku Barat Daya ( MBD ) untuk itu Migas abadi Blok Masela secara Dejure otomatis menjadi Aset Kabupaten Maluku Barat Daya ( MBD )maka kami anak asli kecamatan Marsela menuntut harkat dan martabat kepada Gubernur Maluku untuk kembalikan hak sepenuhnya sebagai harkat dan martabat Migas Blok Masela dengan nama sebenarnya Migas Blok Marsela kepada Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya ( MBD ). Oleh karena itu sebagai wujut nyata apresiasi kami dengan adanya Kabupaten Maluku Barat Daya agar Kecamatan Masela di perjuangkan untuk kembalikan nama aslinya menjadi Kecamatan Marsela. , Kami minta Konfirmasi dan Komprehensif harkat dan martabat mewakili yang bertugas di pemerintahan sebagai ASN, TNI / POLRI yang aktif maupun Pensiunan meminta pemerintah dalam hal ini Gubernur Provinsi Maluku membuat Surat resmi kepada Pemerintah Pusat dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, Mentri Dalam Negeri dan Mentri Sumber Daya Alam untuk membangun komunikasi memblokir Migas Blok Masela kerena kami selaku anak adat kecamatan Marsela Kabupaten Maluku Barat Daya ( MBD ) menilai belum ada sosialisasi tentang hak Wilaya adat dan jika di paksakan akan berpotensi pada gangguan Kamtibmas yang tidak kondusif dan akan terjadi konflik antara Masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Kabupaten Maluku Barat Daya kami Sangat membutuhkan pembangunan yang bersifat Konstruktif, karena pemikiran Pemerintah Provinsi Maluku dan pemerintah Pusat ( Jakarta ) seharusnya berpikir rasional bahwa adanya Migas Blok Marsela maka implementasinya pembangunan fisik berupa harus di Pulau Marsela dan atau Pulau Babar,sebagai anak – anak adat menyatakan sikap agar Proyek Strategi Nasional Migas Blok Marsela di Arahkan secara Komprehensif dan konsisten di Kecamatan Marsela Kabupaten Maluku Barat Daya bukannya di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Demikian aspirasi mewakili anak- anak adat masyarakat,TNI, Polri dan ASN di kampung halaman maupun dtanah Rantau tutupnya. (Jon)