Daerah  

Milad ke-8 Ponpes Anwarul Ahad Berlangsung Khidmat, DPP TKN Desak Perhatian Infrastruktur: “Jalan Menuju Pesantren Harus Menjadi Prioritas”

Pengasuh Ponpes Anwarul Ahad saat berdialog dengan DPP TKN. (foto: Fuad Afdol/majalahfakta.id)

FAKTA – Peringatan Milad ke-8 Pondok Pesantren Islamiah Anwarul Ahad di Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, berlangsung penuh khidmat dan dihadiri berbagai tokoh masyarakat, unsur pemerintah daerah, ulama, serta organisasi kemasyarakatan. Di balik kemeriahan perayaan, muncul satu pesan yang disuarakan dengan tegas, yakni perlunya perhatian serius terhadap akses jalan menuju pondok pesantren.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ormas Tapal Kuda Nasional/TKN), Gus Joy, meminta Pemerintah Kabupaten Lumajang memberikan perhatian terhadap kondisi jalan menuju Pondok Pesantren Islamiah Anwarul Ahad yang berada di kawasan pesisir selatan.

Menurutnya, keberadaan pondok pesantren bukan hanya sebagai pusat pendidikan agama, tetapi juga menjadi tempat pembentukan karakter, akhlak, dan moral generasi muda yang patut didukung melalui pembangunan infrastruktur yang memadai.

“Kami berharap pemerintah dapat memberikan bantuan pembangunan jalan menuju pondok pesantren. Akses yang layak bukan hanya memudahkan aktivitas santri dan masyarakat, tetapi juga menjadi bentuk nyata keberpihakan terhadap lembaga pendidikan Islam yang telah berkontribusi mencetak generasi berakhlak,” ujar Gus Joy dihadapan majelis sholawatan, Senin (13/7/2026) tadi malam.

Ia menegaskan bahwa perhatian terhadap pondok pesantren tidak cukup hanya melalui dukungan moral, tetapi juga harus diwujudkan dalam pembangunan fasilitas yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lumajang, Agus Triyono, mengaku terkesan dengan suasana Pondok Pesantren Islamiah Anwarul Ahad yang berada di kawasan pesisir, dikelilingi hamparan persawahan yang menghadirkan suasana tenang dan religius.

“Saya sangat berkesan dengan tempat yang penuh mubarak ini. Berada di kawasan pesisir dengan kanan, kiri, depan, dan belakang yang dikelilingi areal persawahan menghadirkan suasana yang menenangkan sekaligus menjadi tempat yang sangat baik untuk menuntut ilmu agama,” ungkap Agus Triyono.

Ia menambahkan bahwa keberadaan pondok pesantren memiliki peran strategis dalam melanjutkan perjuangan Nabi Muhammad SAW melalui pendidikan yang diajarkan para guru, kiai, dan alim ulama.

“Semoga perjuangan Rasulullah SAW dalam menyebarkan ilmu dan akhlak mulia terus dilanjutkan oleh para guru dan alim ulama di pondok pesantren ini. Pemerintah tentu mengapresiasi kontribusi pesantren dalam membangun karakter generasi bangsa,” katanya.

Pada momentum Milad ke-8 tersebut, doa bersama dipanjatkan agar Pondok Pesantren Islamiah Anwarul Ahad semakin berkembang, mampu melahirkan santri-santri yang berilmu, berakhlak, serta memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan negara.

Pondok Pesantren Islamiah Anwarul Ahad yang dipimpin Kyai Fathurrohman berlokasi di Jalan Pesisir Pantai Selatan, RT 05/RW 13, Dusun Pemukiman, Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang. Selain menyelenggarakan pendidikan keagamaan, pesantren ini juga menaungi lembaga pendidikan formal, termasuk SMP Anwarul Ahad, sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang memiliki keseimbangan antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan.

Milad ke-8 menjadi momentum refleksi bahwa pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan Islam, tetapi juga pilar pembangunan sumber daya manusia. Harapan agar akses jalan menuju pondok mendapat perhatian pemerintah pun mengemuka sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan pendidikan dan mempermudah mobilitas santri maupun masyarakat sekitar.

Perayaan ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas perjalanan delapan tahun Pondok Pesantren Islamiah Anwarul Ahad sekaligus harapan agar lembaga tersebut terus menjadi pusat dakwah, pendidikan, dan pembinaan umat di Kabupaten Lumajang.

“Kami selalu bersholawatan minimal 1 tahun sekali, dengan menghadirkan majelis sholawatan bersama masyarakat,” pungkas Kyai Fathurrohman. (Fuad Afdol)