FAKTA – Adanya isu yang beredar di salah satu media online di Kabupaten Pasangkayu Sulawesi Barat insiden dugaan pemukulan yang melibatkan institusi kepolisian yang menyeret nama besar pimpinan tertinggi polres pasangkayu, atas perlakuan tindak pidana penganiayaan terhadap salah satu anggota kepolisian yang di duga bertugas di satuan intelkam (AF). Peristiwa itu diduga terjadi usai perayaan Hari Bhayangkara ke-80.
Menanggapi hal tersebut telah memicu kemarahan aktivis seperti Bima Wakil Ketua IPMA Pasangkayu menyayangkan dan mengecam keras terkait peristiwa yang terjadi.
”Nama yang kemudian terlibat atas tindakan fisik “penganiayaan” justru adalah bapak Kapolres itu sendiri, maka ini berpotensi meruntuhkan kepercayaan publik terhadap pelayanan serta perlindungan terhadap masyarakat baik yang berstatus masyarakat sipil maupun masyarakat yang bertugas sebagai aparat tentunya, ” ungkap aktivis Bima yang dikenal vokal dan kritis dalam Parlemen jalanan, Minggu (5/7/2026).
Lanjut, jika tindakan kekerasan semudah itu di lakukan tanpa adanya dasar alasan yang relevan, artinya profesionalitas institusi kepolisian hari ini di pertanyakan dengan tegas.! Bukan lagi anggota kepolisian biasa, akan tetapi itu adalah pimpinan kepolisian pada suatu wilayah tertentu itu sendiri”
Lebih lanjut kata Bima Wakil Ketua IPMA Pasangkayu pada tanggal 3/7/2026 pada Jumat pukul 15.30 sejumlah upaya untuk mendapatkan keterangan yang jelas Kepada seluruh jajaran pejabat tinggi kepolisian pasangkayu, dari berbagai pihak, justru menimbulkan pertanyaan besar”
”Dugaan kuat bahwa ada hal atau rahasia besar yang berusaha untuk di tutupi hingga tak satupun jajaran tinggi kepolisian yang mampu memberikan keterangan terkait hal ini, ” ujar aktivis Bima.
Ia juga katakan pertanyaannya kemudian “Ada Apa?”
Selanjutnya Bima jelaskan bahwa berdasarkan keterangan lebih lanjut, beredar issue di masyarakat bahwa hal ini diduga di picu oleh permasalahan pribadi karena (AF)/pihak korban diduga sempat menyenggol putri Kapolres pasangkayu hingga peristiwa penganiayaan terjadi yang diduga kuat dilakukan oleh oknum kapolres pasangkayu terhadap bawahannya.
Menanggapi isu tersebut, justru bukan menjawab pertanyaan – pertanyaan yang belum terjawab dari berbagai pihak. akan tetapi, justru sebaliknya, berpotensi menyasar pada kepribadian serta nama baik beliau selaku pimpinan tertinggi kepolisian kabupaten pasangkayu.
Mirisnya kata aktivis Bima Kapolres pasangkayu diduga memiliki latar belakang kepribadian yang kurang baik dan justru bertolak belakang dengan status beliau sebagai pimpinan tertinggi kepolisian kabupaten pasangkayu.
”Jika sampai hari ini tidak ada kejelasan atau tidak ada klarifikasi permintaan maaf atau pertanggung jawaban terkait issue yang beredar, maka kami dari keluarga besar IPMA pasangkayu selaku pihak yang tentunya eksis dalam mengawal penegakan hukum di kabupaten pasangkayu akan mengambil langkah untuk mengusut tuntas hal ini ke kepolisian daerah Sulawesi Barat agar melakukan evaluasi besar-besaran terhadap jajaran kepolisian kabupaten pasangkayu. Kiranya ini dapat di indahkan demi marwah dan kepercayaan publik terhadap kepolisian Sulbar kedepannya,” harap Bima aktivis IPMA Pasangkayu.
Kami selaku pemuda dan masyarakat pasangkayu tidak butuh pengayom dan pemimpin yang bermental arogan serta lalai dalam penegakan hukum sesuai amanah yang di berikan. (Ammank-007)






