BRIN Gelar Workshop Protected Farming di Kota Batu, Dorong Pertanian Adaptif Iklim

Perwakilan BRIN saat audensi dengan Wakil Wali Kota Batu. (Foto: ist/majalahfakta.id)

FAKTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan menyelenggarakan Workshop Pertanian bertema protected farming di Kota Batu pada 9–12 Juni 2026. Kegiatan ini dipusatkan di BRMP Jestro, Desa Tlekung, sebagai upaya meningkatkan produktivitas pertanian di tengah tantangan cuaca ekstrem.

Rencana workshop disampaikan perwakilan BRIN saat audiensi dengan Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto, Selasa (2/6/2026) di Balaikota Among Tani.

Wakil Wali Kota Heli Suyanto menyambut baik inisiatif BRIN. “Kota Batu memiliki potensi pertanian yang besar. Kehadiran BRIN menjadi peluang untuk memperluas pemanfaatan riset dan teknologi agar petani semakin produktif, adaptif, dan memiliki nilai tambah,” ujarnya.

Heli menambahkan, banyak petani muda di Kota Batu yang aktif melakukan eksperimen teknologi secara mandiri. Workshop ini diharapkan menjadi jalur pendampingan sekaligus transfer pengetahuan dari BRIN kepada petani.

Protected farming menjadi fokus utama BRIN dalam workshop ini. Teknologi tersebut dinilai mampu menjaga stabilitas produksi pertanian sekaligus mengurangi risiko gagal panen akibat perubahan iklim yang tidak menentu.

Pemerintah Kota Batu berharap kegiatan ini dapat memperkuat ekosistem pertanian modern di Kota Batu. Tujuannya, membangun sektor pertanian yang produktif, berdaya saing, dan meningkatkan kesejahteraan petani. (F1015)