FAKTA — Tragedi memilukan terjadi di Jorong Koto Guguk, Nagari Guguk, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Kamis (15/5/2026). Sekitar pukul 12.00 WIB, tebing di lokasi tambang emas ilegal tiba-tiba longsor, menimbun sembilan warga yang tengah mengais emas mengunakan dompeng dan dulang.
Menurut Kombes Pol Susmelawati Rosya, Kabid Humas Polda Sumbar, total ada 12 orang di lokasi, tiga di antaranya berhasil melarikan diri saat tebing runtuh. “Benar, kemarin terjadi longsor di lokasi tambang emas ilegal. Kami turut berduka, ada sembilan warga tertimbun,” ujarnya, kepada wartawan.
Longsor terjadi hanya sekitar tiga meter dari titik aktivitas warga. Dalam hitungan menit, material tebing yang longsor menutup area pertambangan. Evakuasi dimulai segera oleh warga dan dibantu personel Polres Sijunjung. Lima korban pertama ditemukan pukul 15.00 WIB, dan empat lainnya baru berhasil dievakuasi pada pukul 17.00 WIB.
Alat berat turut dikerahkan untuk mempercepat pencarian, meski risiko tambahan dari tebing yang masih labil membuat proses evakuasi sangat berbahaya. “Ini lokasi tambang emas ilegal. Warga melakukan aktivitas dengan dompeng dan dulang. Penggunaan alat berat masih kami pastikan,” kata Susmelawati.
Pascakejadian, kepolisian menutup lokasi tambang dan memasang garis polisi. Penyelidikan intensif pun dilakukan untuk menindak praktik pertambangan ilegal yang kerap menimbulkan risiko fatal bagi warga.
Daftar Korban Meninggal
1. Ujang Kandar, 40, Jorong Padang Lalang, Nagari Guguak
2. Haris, 23, Jorong Koto Guguak, Nagari Guguak
3. Atan, 20, Jorong Koto Guguak, Nagari Guguak
4. Baim, 17, Jorong Koto Guguak, Nagari Guguak
5. Acai, 43, Jorong Padang Lalang, Nagari Guguak
6. Marsel Buyuik, 23, Jorong Koto Guguak, Nagari Guguak
7. Ditol, 40, Nagari Tanjung, Kecamatan Koto VII
8. Madi, 24, Jorong Koto, Nagari Padang Laweh
9. Diok, 22, Jorong Padang Lalang, Nagari Guguak
Kasus ini menjadi pengingat tragis akan bahaya tambang emas ilegal yang kerap menggoda warga dengan janji keuntungan cepat, namun menimbulkan risiko nyawa yang tak terukur. (ss)






