Siaga Total Kota Batu Hadapi Tsunami Wisatawan Mei-Juni

Plt. Wali Kota Heli Suyanto: Kita Tidak Boleh Lengah

Libur panjang Mei-Juni sebentar lagi. Plt. Wali Kota Mas Heli instruksi siaga semua dinas. (Foto: ist/majalahfakta.id)

FAKTA – Langit cerah Senin pagi, 11 Mei 2026, di halaman Balaikota Among Tani jadi saksi keseriusan Pemerintah Kota Batu. Di hadapan barisan ASN dan tenaga kontrak, Plt. Wali Kota Heli Suyanto, yang akrab disapa Mas Heli, meniup peluit siaga.

Penyebabnya: kalender merah beruntun yang membentang dari pertengahan Mei hingga awal Juni. Tiga momentum besar—Kenaikan Yesus Kristus 14–17 Mei, Idul Adha 27–28 Mei, dan dobel perayaan Waisak plus Hari Lahir Pancasila 30 Mei–1 Juni—diperkirakan bakal mendatangkan “tsunami wisatawan” ke kota wisata ini.

“Kita tidak boleh lengah. Kondisi ini berpotensi mendatangkan lonjakan wisatawan sekaligus meningkatkan berbagai macam risiko,” tegas Mas Heli dalam arahannya. “Saya instruksikan kesiapsiagaan penuh dari seluruh instansi terkait.”

Tujuh Lini Siaga Kota Batu

Mas Heli tak sekadar memberi arahan umum. Ia merinci pos-pos tempur yang harus dijaga:

1. Jalan dan Parkir – Dinas Perhubungan diminta merancang rekayasa lalu lintas di simpul-simpul macet. Juru parkir arogan jadi sorotan khusus: “Tindak tegas. Mereka bisa mencoreng wajah Kota Batu di mata wisatawan,” ujarnya.

2. Kebersihan – Dinas Lingkungan Hidup mendapat tugas memastikan titik wisata dan pasar tetap kinclong, meski volume sampah diprediksi naik berkali lipat.

3. Keamanan dan Bencana – Satpol PP, BPBD, dan Damkar diminta memperketat patroli. Deteksi dini titik rawan longsor dan kebakaran jadi prioritas di tengah cuaca yang tak menentu.

4. Layanan Kesehatan – Puskesmas dan PSC 119 wajib siaga 24 jam. Libur panjang rawan kecelakaan dan kasus kegawatdaruratan.

5. Objek Wisata – Dinas Pariwisata ditugaskan jadi “wasit” di lapangan, memastikan semua destinasi patuh standar keselamatan pengunjung.

6. Infrastruktur – Dinas PUPR harus menjamin tidak ada jalan berlubang dan PJU mati yang mengganggu mobilitas wisatawan.

Lebih dari Sekadar Keramaian

Bagi Kota Batu, libur panjang adalah berkah sekaligus ujian. PAD dari sektor wisata bisa melonjak, tapi satu insiden saja cukup untuk mencoreng reputasi sebagai “Kota Wisata” yang sudah dibangun bertahun-tahun.

Apel pagi kemarin bukan sekadar rutinitas. Ia adalah sinyal bahwa seluruh mesin birokrasi Kota Batu sudah dipanaskan, menyambut tamu dengan kesiapan, bukan sekadar senyum. (F. 1015)