Serap Aspirasi Tanpa Sekat, Bupati Padang Pariaman Tembus Wilayah Terpencil dengan Motor

Bupati JKA Serap Asprirasi dengan Mengendarai Motor (Foto : Dokumen Pemkab/majalahfakta.id)

FAKTA — Cara tak biasa ditunjukkan Bupati John Kenedy Azis dalam menyerap aspirasi masyarakat. Melalui program Kunjungan Kerja “Putar Roda”, ia bersama jajaran turun langsung ke lapangan menggunakan sepeda motor, menjangkau wilayah-wilayah sulit akses hingga ke daerah terluar, Jumat (1/5/2026).

Sebanyak 66 unit sepeda motor dikerahkan dalam rombongan yang terdiri dari Bupati, Ketua TP-PKK, Sekretaris Daerah beserta istri, staf ahli, asisten, kepala OPD, camat, hingga unsur terkait lainnya. Perjalanan dimulai dari Pendopo menuju Aur Malintang, menyusuri sejumlah titik yang menjadi perhatian utama pembangunan.

Sepanjang rute, rombongan meninjau kondisi Jembatan Bailey di Balai Baik, ruas jalan yang terputus, hingga titik longsor yang masih menyisakan dampak bencana. Perjalanan kemudian berlanjut menuju korong di Aur Malintang Utara melalui jalan tanah rusak, menggambarkan langsung tantangan akses yang dihadapi masyarakat setempat.

Puncak kegiatan berlangsung di Korong Simpang Kampung Tangah, Nagari III Koto Amal Utara, Padang Pariaman. Di lokasi ini, Bupati dan jajaran berdialog langsung dengan warga dalam suasana akrab dan terbuka.

Wali Nagari III Koto Aur Malintang, Mitra Susanto, didampingi tokoh masyarakat, mengungkapkan rasa haru atas kehadiran langsung pimpinan daerah di wilayah perbatasan dengan Kabupaten Agam tersebut.

“Kami sangat bersyukur, ini pertama kalinya pimpinan daerah datang langsung melihat kondisi nagari kami. Ini daerah terluar dengan tiga korong, yakni Simpang Tangah, Lubuak Punguak, dan sekitarnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sektor unggulan masyarakat seperti perikanan kolam dan keramba mengalami kerusakan parah akibat banjir. Infrastruktur irigasi yang jebol menyebabkan sawah tidak lagi dapat diolah dan berubah menjadi lahan kering. Total kerugian masyarakat ditaksir mencapai hampir Rp7 miliar.

“Kampung ikan kini hanya tinggal nama. Irigasi rusak, tambak hancur, dan lahan pertanian tak bisa dimanfaatkan. Kami berharap ada perhatian serius untuk memulihkan ekonomi masyarakat,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati John Kenedy Azis menegaskan bahwa program Putar Roda dirancang untuk memastikan pemerintah hadir secara nyata di tengah masyarakat.

“Kami sengaja menggunakan sepeda motor agar bisa menjangkau wilayah sulit. Memimpin tidak cukup dari balik meja. Kita harus hadir, melihat langsung, dan merasakan kondisi masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah menargetkan seluruh nagari akan dikunjungi guna memastikan tidak ada persoalan yang terlewatkan.

“Dengan turun langsung, informasi yang kita peroleh lebih valid, bukan sekadar laporan administratif. Aspirasi masyarakat hari ini menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan,” katanya.

Bupati juga menyampaikan keprihatinannya atas dampak bencana yang melanda wilayah tersebut. Meski di tengah keterbatasan anggaran, ia memastikan pemerintah akan tetap hadir memberikan solusi.

“Kondisi fiskal memang menantang karena efisiensi anggaran. Namun ini tidak boleh dibiarkan. Kita akan siapkan langkah konkret, termasuk penganggaran pada 2027,” ujarnya.

Ia pun menginstruksikan seluruh kepala OPD untuk segera mencatat dan menindaklanjuti setiap persoalan yang disampaikan masyarakat.

“Kehadiran pemerintah harus dirasakan. Tidak boleh ada yang diabaikan. Semua persoalan harus dipetakan dan ditindaklanjuti,” tegasnya.

Kunjungan kerja ini menjadi lebih dari sekadar agenda pemerintahan. Putar Roda menjelma sebagai simbol kedekatan pemimpin dengan rakyat—hadir tanpa sekat, menyapa tanpa jarak, dan mendengar langsung suara dari akar rumput. Di tengah medan berat dan keterbatasan, langkah ini menegaskan bahwa pelayanan publik sejatinya dimulai dari keberanian untuk turun langsung ke lapangan. (ss)