FAKTA – Puluhan warga SP 1 Desa Cempaka Sakti, Kecamatan Kikim Timur, Kabupaten Lahat, Jumat (1/5/2026) mendatangi pondok pesantren (ponpes) yang berada di wilayah tersebut.
Mereka meminta klarifikasi secara langsung terkait isu atau berita yang beredar tentang pelecehan yang dilakukan oleh pimpinan ponpes berinisial AS.
Selain menggunakan alat pengeras suara, warga datang dengan membawa spanduk bertuliskan hujatan.
Aksi warga menyebar di media sosial salah satu diunggah akun Facebook bernama hayu Rahayu sempat viral di medsos
Puluhan warga tidak hanya meminta klarifikasi atas unggahan di medsos dugaan pelecehan seksual diduga yang dilakukan oleh pimpinan ponpes
Warga Desa Cempaka Putih desak agar pimpinan ponpes untuk mengundurkan diri dan meninggalkan ponpes tersebut.
Kades SP 1 Desa Cempaka Sakti, Muslih, mengaku belum tahu apa yang terjadi di desanya tersebut.
“Saya cari info akuratnya dulu ya. Soalnya saya tadi sedang tidak di tempat,” katanya melalui pesan via WhatsApp.
Terpisah Kapolsek Kikim Timur, AKP Pamris Malau, membenarkan adanya aksi warga yang mendatangi ponpes.
Menurut warga mendapat informasi terkait adanya pelecehan yang dilakukan salah satu pengasuh ponpes.
Kapolsek Kikim Timur AKP Malau sendiri belum bisa memastikan kebenarannya mengingat saat ini anggotanya masih melakukan penyelidikan terkait hal tersebut.
saat adanya aksi warga anggota kami sudah berada di lokasi dan meminta keterangan baik dari warga, pengasuh pondok, maupun kepala desa,” ujar Malau, Jumat (1/5/2026).
Dikatakan Malau, dari hasil sementara kasus tersebut sudah terjadi sejak seminggu lalu.
Bahkan, kata dia, sudah ada perjanjian damai antara terduga pelaku dan korban.
Namun demikian, hingga saat ini terduga pelaku sudah tidak berada lagi di ponpes dan sudah berada di Kecamatan Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu.
Disampaikan Malau, hasil mediasi tokoh agama, tokoh masyarakat, dan kepala desa bersama pihak pondok pesantren akan dilakukan pertemuan pada Minggu (3/5/2026) dengan menghadirkan terduga pelaku.
Hingga saat ini korban belum melaporkan kejadian yang dialaminya tersebut. (Bambang MD)






