FAKTA – Berdasarkan Keputusan Jaksa Agung RI Nomor KEP-IV-347/C/04/2026 tertanggal 13 April 2026, Dr. David Palapa Duarsa resmi ditunjuk sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bondowoso. Penempatan ini bukan sekadar rotasi jabatan biasa, melainkan kepercayaan besar mengingat latar belakangnya yang kuat di bidang intelijen.
David dikenal sebagai figur yang identik dengan pengamanan proyek strategis serta penyelamatan aset negara, dua aspek krusial dalam penegakan hukum modern. Sebelum dipercaya memimpin di Bondowoso, ia menjabat sebagai Asisten Intelijen (Asintel) Kejaksaan Tinggi Bengkulu. Di posisi tersebut, ia berperan aktif mengawal berbagai program pembangunan agar berjalan sesuai aturan serta meminimalisir potensi penyimpangan sejak dini.
Karier yang ditempa di bidang intelijen membuat David terbiasa bekerja berbasis data dan pemetaan risiko. Ia tidak hanya menunggu laporan masuk, tetapi lebih mengedepankan pendekatan preventif dengan melakukan deteksi dini terhadap potensi tindak pidana, khususnya korupsi. Cara kerja ini dinilai efektif untuk menekan pelanggaran sebelum merugikan keuangan negara.
Rekam jejak gemilangnya sudah terlihat jelas saat menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Tanggamus, Lampung. Di sana, ia tidak hanya fokus pada penindakan hukum, tetapi juga sangat menekankan pada aspek pengembalian kerugian negara. Salah satu capaian pentingnya adalah keberhasilan mengungkap dan menyelesaikan kasus korupsi dana Pemilu 2019 dengan nilai kerugian mencapai Rp 1,9 miliar.
Tak berhenti di situ, David juga mencatat prestasi membanggakan dalam penyelamatan aset daerah. Dalam kurun waktu relatif singkat, ia bersama timnya berhasil mengembalikan puluhan aset berupa rumah milik pemerintah yang sebelumnya dikuasai pihak lain. Nilai aset yang berhasil diamankan mencapai miliaran rupiah, sekaligus menjadi bukti konkret efektivitas pendekatan intelijen dalam penegakan hukum.
Karakter kepemimpinannya yang turun langsung ke lapangan juga menjadi nilai tambah tersendiri. Ia dikenal mudah berbaur dan gemar membangun komunikasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat luas. Hal ini dinilai penting untuk memperkuat fungsi kejaksaan tidak hanya sebagai institusi penindak, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pembangunan.
Kini di Bondowoso, tantangan yang dihadapi tentu tidak ringan. Namun dengan pengalaman panjang dalam pengamanan proyek strategis dan penyelamatan aset negara, David diharapkan mampu memperkuat peran Kejari Bondowoso sebagai garda terdepan. Kehadirannya ditunggu untuk menjaga keuangan negara sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di wilayah tersebut. (Gafur)






