FAKTA — Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Aprinaldi, menghadiri penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-7 yang digelar di Masjid Istiqomah, Nagari III Koto Aur Malintang Selatan, Kecamatan IV Koto Aur Malintang, Provinsi Sumatera Barat, Senin (16/3/2026).
Pada kegiatan tersebut, qori dan qoriah terbaik dari nagari dan kecamatan tampil di mimbar utama untuk memperdengarkan tilawah Al-Qur’an di hadapan masyarakat yang memadati masjid.
Ketua Aprinaldi menegaskan bahwa MTQ memiliki peran penting dalam membina generasi muda agar semakin dekat dengan Al-Qur’an serta mampu menjadi penghafal Al-Qur’an (hafidz dan hafidzah) yang berakhlak mulia.
“MTQ berperan vital sebagai sarana membina dan mencetak generasi muda penghafal Al-Qur’an yang cerdas secara spiritual, berakhlak mulia, dan berwawasan luas,” kata Aprinaldi.
Menurut dia, kegiatan MTQ tidak sekadar menjadi ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap kitab suci melalui hafalan, pemahaman, dan pengamalan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menjelaskan, kegiatan seperti ini yang dinilai efektif dalam mendorong santri dan pelajar mengasah kemampuan mebaca dan menghafal Al-Qur’an.
“Melalui pembinaan dan kompetisi seperti ini, MTQ membantu mencetak generasi yang kuat secara spiritual sekaligus menjauhkan anak-anak muda dari berbagai pengaruh negatif,” ujarnya.
Aprinaldi juga mengapresiasi kerja panitia pelaksana yang dinilai mampu menyelenggarakan kegiatan secara sukses meski dengan jumlah personel terbatas.
“Dengan panitia hanya 11 orang, kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik dan meriah. Ini menunjukkan kuatnya sinergi masyarakat, baik yang berada di ranah maupun di rantau,” katanya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus membimbing generasi muda agar mencintai Al-Qur’an dan menjadikan nilai-nilainya sebagai pedoman hidup.
“Pemerintah daerah dan masyarakat perlu terus mendukung kegiatan seperti ini agar Padang Pariaman menjadi daerah yang Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia MTQ ke-7, Ranggi Pranata, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Aprinaldi dan anggota DPRD Ali Budiman yang turut menghadiri penutupan kegiatan tersebut.
Menurut Ranggi, MTQ berlangsung selama empat hari, mulai 13 hingga 16 Maret 2026, dengan menghadirkan peserta dari daerah pemilihan III yang meliputi Kecamatan IV Koto Aur Malintang, Sungai Geringging, Batang Gasan, dan Sungai Limau, serta peserta dari tingkat nagari.
Ia mengatakan, keberhasilan penyelenggaraan MTQ tidak terlepas dari dukungan masyarakat, terutama para perantau yang turut membantu pembiayaan kegiatan.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan sukses berkat sinergi masyarakat ranah dan rantau,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Wali Nagari III Koto Aur Malintang Selatan, Erajaya. Ia menyebut dukungan masyarakat perantauan menjadi faktor penting dalam suksesnya kegiatan tersebut.
Menurut Erajaya, pelaksanaan MTQ ke-7 menelan anggaran hampir Rp200 juta dan seluruhnya berasal dari kontribusi masyarakat perantauan tanpa menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).
“Alhamdulillah, kegiatan ini terlaksana tanpa menggunakan dana desa. Semua berasal dari dukungan masyarakat perantauan,” katanya.
Pada akhir kegiatan, Aprinaldi memberikan bantuan sebesar Rp1 juta, sementara Ali Budiman turut menyumbang Rp500.000 sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan di nagari tersebut. (ss)






