Daerah  

TSR 3 Padang Pariaman Kunjungi Surau Palak Pisang, Serap Aspirasi Perbaikan Infrastruktur

Ketua DPRD, Aprinaldi saat memberikan sambutan di Surau Palak Pisang Lareh Nan Panjang Barat, Kecamatan VII Koto, Kamis (26/2/2026). (foto : Syafrial Suger)

FAKTA — Tim Safari Ramadan (TSR) 3 Kabupaten Padang Pariaman yang dipimpin Ketua DPRD, Aprinaldi, mengunjungi Surau Palak Pisang Lareh Nan Panjang Barat, Kecamatan VII Koto, Kamis (26/2/2026).

Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman setiap bulan suci Ramadan guna mempererat silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat. Selain itu, Safari Ramadan juga menjadi bagian dari program pembinaan keagamaan untuk meningkatkan semangat ibadah masyarakat.

Dalam kunjungan itu, tim turut didampingi unsur Sekretariat DPRD, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, serta Bagian Perencanaan dan Keuangan. Kehadiran rombongan disambut Camat VII Koto Zulfikar, Kepala Kantor Urusan Agama VII Koto, Wali Nagari Lareh Nan Panjang Barat beserta perangkat nagari, Badan Musyawarah (Bamus), petugas Puskesmas, Bhabinkamtibmas, Bhabinsa, wali korong, tokoh masyarakat, serta jamaah surau setempat.

Pengurus Surau Palak Pisang, Datuak M. Nazir Koto, menyampaikan apresiasi atas kunjungan TSR 3. Ia berharap kehadiran pimpinan DPRD dapat membawa perhatian terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya terkait perbaikan jalan dan sistem irigasi yang terdampak bencana.

“Kami sangat berharap infrastruktur yang rusak akibat bencana segera diperbaiki karena sangat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Camat VII Koto Zulfikar mengatakan usulan perbaikan jalan, jembatan, dan infrastruktur lainnya telah masuk dalam program perbaikan pascabencana dan akan dikerjakan secara bertahap sesuai prioritas dan kemampuan anggaran daerah.

Ia juga mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan serta ketertiban dan keamanan selama Ramadhan, termasuk memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman saat ditinggalkan untuk shalat tarawih atau bepergian.

Sementara itu, Aprinaldi menegaskan Safari Ramadhan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sarana menyerap aspirasi masyarakat dan memastikan program pembangunan tepat sasaran.

“Mari jadikan Ramadan 1447 Hijriah sebagai momentum meningkatkan ibadah, memperbanyak kebaikan, dan memperkuat persatuan untuk kemajuan daerah. Semua usulan masyarakat akan kami catat sebagai bahan pertimbangan,” kata Aprinaldi.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk alim ulama dan niniak mamak, untuk bersama-sama menjaga kemajuan daerah serta meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak guna mencegah berbagai bentuk kekerasan dan pelecehan.

Aprinaldi berharap Ramadan tahun ini menjadi momentum memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan, sehingga Kabupaten Padang Pariaman dapat menjadi percontohan di Sumatera Barat dalam pembangunan berbasis nilai religius dan sosial. (ss)