Daerah  

Praktik Manasik Haji, Wakil Bupati Tegal: Persiapkan Mental, Fisik dan Spiritual Dalam Melaksanakan Ibadah Haji

FAKTA – Pemerintah Kabupaten Tegal menyelenggarakan Praktik Manasik Haji Tingkat Kabupaten Tegal yang diikuti sebanyak 1.311 calon jemaah haji dari seluruh wilayah Kabupaten Tegal. Kegiatan ini berlokasi di Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Tegal dan Lapangan Brigif IV/Dewa Ratna, Sabtu (17/01/2026).

Kegiatan praktik manasik haji ini dihadiri dan dibuka oleh Wakil Bupati Tegal, Ahmad Kholid, serta diikuti oleh calon jemaah haji dari berbagai kelompok usia, mulai dari jemaah muda hingga kategori lanjut usia.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dewan Pengurus Daerah Perkumpulan Forum Komunikasi KBIHU atau Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah Kabupaten Tegal, Kementerian Agama Kabupaten Tegal, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Kegiatan praktik manasik haji ini merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam membekali calon jemaah haji agar mampu melaksanakan ibadah haji secara tertib, aman, dan sesuai tuntunan syariat,” ujar Kholid.

Ia menegaskan bahwa manasik haji memiliki peran strategis sebagai sarana pembelajaran dan latihan sebelum jemaah menunaikan ibadah di Tanah Suci. Melalui kegiatan ini, jamaah tidak hanya memahami rukun, wajib, dan sunnah haji, tetapi juga dipersiapkan secara mental, fisik, dan spiritual.

Selain itu, Wakil Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan sebagai bagian dari kesiapan ibadah haji. Menurutnya, rangkaian ibadah haji membutuhkan kondisi fisik yang prima karena cukup panjang dan menguras tenaga.

“Saya mengimbau agar seluruh calon jamaah haji menjaga pola makan, cukup istirahat, rutin berolahraga ringan, serta mematuhi pemeriksaan kesehatan. Dengan tubuh yang sehat, insyaallah ibadah haji dapat berjalan lebih optimal dan khusyuk,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPD Perkumpulan Forum Komunikasi KBIHU Kabupaten Tegal, Akhmad Rofiqi, menjelaskan bahwa praktik manasik haji ini dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan seluruh jemaah dalam satu hari penuh tanpa bertahap.

Rangkaian kegiatan dimulai dari Arafah, dilanjutkan pergerakan ke Muzdalifah, kemudian ke Mina, prosesi lempar jumrah, kembali ke Mina, dan selanjutnya menuju Brigif untuk melaksanakan tawaf ifadah, sa’i, serta tawaf wada.

Akhmad Rofiqi menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah membangun kebersamaan antar jemaah haji se-Kabupaten Tegal.

“Harapan kami, jemaah haji Kabupaten Tegal dapat saling taaruf atau mengenal, kemudian ta’awun atau saling menolong, serta takaful atau saling sepenanggungan. Ini penting agar jamaah memiliki solidaritas yang kuat saat berada di Makkah dan Madinah,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa secara psikologis, praktik manasik haji tingkat kabupaten ini mampu membentuk kesiapan mental jemaah. Jika sebelumnya jamaah hanya mengikuti manasik dalam kelompok kecil di tingkat KBIHU, melalui kegiatan ini mereka dibiasakan berkumpul dengan ribuan orang nantinya.

“Di Tanah Suci, jemaah akan bertemu jutaan orang. Dengan simulasi ini, diharapkan jamaah lebih siap beradaptasi secara mental dan tidak kaget menghadapi situasi yang sebenarnya,” katanya.

Terakhir Rofiqi berharap melalui kegiatan praktik manasik haji tingkat kabupaten ini, seluruh calon jemaah haji dapat melaksanakan ibadah dengan lebih mandiri, tertib, dan khusyuk, serta kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur dan mabrurah. (Herman Mo)