Daerah  

Jalan Provinsi Desa Sungai Turak Kabupaten HSU Menuju Tabalong Amblas

FAKTA – Sudah 3 bulan ini jalan desa Sungai Turak Km 9, Kecamatan Amuntai Utara Kabupaten Hulu Sungai Utara provinsi Kalimantan Selatan, kondisinya memprihatinkan alias ambruk. Badan jalan di jalan provinsi tersebut baru diperbaiki dengan pemasangan besi siring, tapi belum berumur beberapa bulan setelah besi siring dipasang jalan tersebut amblas sedalam 5 meter. Akibatnya akses transportasi menjadi terganggu karena jalan tidak bisa dilewati kendaraan roda 6 dan roda 4. Selama bulan Januari 2025 jalan yang amblas tergenang air akibat luapan air sungai Tabalong meluap ke aliran sungai Amuntai. Debet air hujan sangat tinggi. Saat ini aliran sungai Tabalong dan sungai Amuntai mulai surut, tapi curah hujan masih tinggi baik siang maupun malam hari.

Dalam satu minggu ini jalan yang amblas sudah bisa dilalui kendaraan roda 2 dan roda 4. Untuk roda 6 truk yang bermuatan beban lebih berat tidak boleh melintas di jalan yang amblas tersebut ditakutkan jalan tersebut akan menurun lagi. Meskipun ekstra hati-hati dan pemasangan rambu-rambu lalu lintas di sepanjang jalan yang amblas tersebut para petugas dari Kepolisian Sektor Amuntai Utara dan Polres HSU berjaga-jaga untuk mengantisipasi mobil melintas di jalan yang amblas tersebut.

Hujan yang mengguyur selama berminggu-minggu ini dan diduga badan jalan tergerus derasnya arus sungai Amuntai yang berada tepat di samping jalan yang amblas, dalam kondisi jalan yang amblas sempat menyebabkan jalan putus. Peristiwa ini juga dipicu kondisi tanah yang labil sehingga kerusakan lebih meluas atau longsor.

“Dalam hal kejadian ini tidak ada korban jiwa, kerusakan hanya melanda jalan tersebut. Namun sangat merugikan warga karena transportasi mereka sempat terhambat,,” cetus seorang warga yang melintas di jalan itu.

Banyaknya mobil roda 6 yang bermuatan berat, berbalik arah untuk bisa melintas mencari jalan alternatif akan tetapi akibatnya jalan yang semestinya tidak bisa dilewati roda 6 yang bermuatan berat jalan dan jembatan banyak yang ambruk. Kondisinya Jeembatan Ulin Desa Sungai Durian, jembatan ulin desa Banua Rantau wilayah kecamatan Banua Lawas mengalami kerusakan masyarakat yang terdampak jalan dan jembatan yang rusak tersebut, pihak Dinas PUPR Kabupaten Tabalong untuk tidak membuat jembatan Ulin karena sudah sering mengalami kerusakan yang berulang-ulang akibat mobil melewati jembatan tersebut. Disarankan masyarakat setempat pembuatan jembatan yang permanen sehingga kualitas bisa bertahan lebih lama dari pada memperbaiki jembatan yang terbuat dari bahan baku ulin apalagi perbaikan jalan dengan sistem cor beton supaya jalan tidak berulang-ulang rusak akibat mobil yang melintas bermuatan melebihi Tonase dengan melintas pada malam hari. (eya)