FAKTA, MAMUJU – Dalam acara musrembag, desa Batu Makkada yang dirangkaikan dengan acara rembuk stunting yang dilaksanakan di kantor Desa Batu Makkada beberapa waktu yg lalu, dihadiri sekitar kurang lebih 50 (lima puluh) orang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh perempuan dan sejumlah kader Posyandu yang ada di Desa Batu Makkada Kec Kalumpang Kab Mamuju Sulbar.
Novita , selaku penanggung jawab gizi Puskemas Karama Kec. Kalumpang sekaligus mewakili Kepala Puskesmas. (Kapus) Karama dalam rapat dan dalam sambutannya terkait rembuk stunting mengatakan,” Kalau sudah ada usia balita yang harus ditangani dan kamu tidak laksanakan rugi uang “ucapnya.
Uang apa yg dimaksud Ibu Novita tersebut saat menyampaikan materinya di depan peserta rapat rembuk stunting?
Novita menambahkan, ” melakukan Intervensi itu dengan cara diberikan makanan kepada balita harus dengan makanan, jadi bukan hanya dengan pil saja, lntervensi dilakukan dengan menambah ilmu pengetahuan,” Jelasnya.
Lebih lanjut kata dia, ” kalau ada kader yg sedang bertugas, saya minta kepada aparat desa untuk membantu mereka dalam melakukan intervensi atau pencegahan Stunting,” Harap Novita.
“Atas arahan Ibu Novita tersebut, sejumlah warga dan tokoh masyarakat desa Batu Makkada khususnya di dusun Salupolin mengatakan pada wartawan Pelayanan kesehatan di desa Batu Makkada setiap kegiatan posyandu yang dilaksanakan oleh petugas medis dari Puskesmas Karama hanya di dusun Bau dan dusun bosokan saja yang sering dikunjungi”, ungkap salah satu warga desa Batu Makkada pada media Rabu, (25/10/2023).
“Kami yang dari dusun Salupolin desa Batu Makkada yang jaraknya ke dusun Bau kurang lebih empat kilometer, setiap datang ke kegiatan Posyandu di dusun Bau kami dari dusun Salupolin harus berjalan kaki dengan mendaki gunung,” kata warga Salupolin dengan nada kesal.
Selanjutnya pantauan awak media di desa Batu Makkada ada tiga titik tempat Posyandu yaitu di dusun Bau, dusun Bosokan serta dusun Salupolin.
Berdasarkan hasil keterangan yang dihimpun dari masyarakat dusun Salupolin, diduga pihak petugas medis dari Puskesmas Karama bersama Kepala Puskesdes desa Batu Makkada hanya memanggil masyarakat Salupolin untuk ikut Posyandu di dusun Bau yang jarak tempuhnya empat kilometer.
Mereka beralasan, “para tenaga medis Posyandu di dusun Salupolin terlalu jauh , jadi kalau ada yg mau ikut posyandu datang saja ke dusun Bau,” Kata salah seorang Ibu kader Posyandu yg enggan disebut namanya.
Lanjut ia paparkan, di dusun Salupolin ada sekitar 40 orang anak – anak termasuk Balita. Kalau petugas medis yang lakukan Posyandu di desa Batu Makkada Kec. Kalumpang tidak mau melaksanakan kegiatan Posyandu didusun Salupolin. Ini sudah termasuk masalah yang fatal di saat pemerintah pusat melakukan Intervensi serta pencegahan terhadap penderita Stunting.
Untuk itu, kami berharap kepada Kepala Dinas Kesehatan Kab. Mamuju dan Kadis Kesehatan Provinsi Sulbar agar segera mengevaluasi tugas para tenaga medis, terutama di Puskesmas Karama.Kec.Kalumpang dan Kepala Puskesdes yang diduga pilih kasih dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di desa Batu Makkada, bukan hanya pelayanan posyandu saja.
“Namun setiap ada masyarakat yg sakit atau ibu hamil yang kesulitan melahirkan terpaksa kami tanduk menggunakan alat seadanya menuju ke Puskesmas Karama dengan jarak yang ditempuh puluhan kilometer.
Oleh karena itu sejumlah warga desa Batu Makkada berharap kepada Kadis Kesehatan Kab. Mamuju agar segera mencopot Kepala Puskesdes desa Batu Makkada ibu Seniwati, S.Keb yang diduga kurang efektif dan kurang profesional dalam menjalankan tugasnya , dan untuk itu warga berharap segera mengganti Kepala Puskesdes agar pelayanan tetap normal di desa tersebut dan tidak ada lagi pilih kasih, demikian yang diharapkan warga Desa Batu Makkada.
Sementara itu, Kadis Kesehatan Kab Mamuju saat di konfirmasi oleh awak media di kantornya tidak ada di tempat dan salah seorang pegawainya mengatakan, “Bapak keluar tadi,” ucap stap Dinkes Kabupaten Mamuju.
Kepala desa Batu Makkada , Marthen Manggasa saat ditemui awak media ini di kediamannya mengatakan, terkait dengan adanya dugaan pelayanan kesehatan pilih kasih dari oknum Puskesdes atau dari oknum Puskesmas Karama dalam waktu dekat ini, “Saya akan melaporkan ke atasannya kalau memang pelayanan dari tenaga medis tersebut tidak profesional kepada masyarakatnya,” Kata Marthen. dengan nada yang tegas.
Dan walaupun Marthen Manggasa di nilai terlalu tegas selaku Kades tapi itu perlu diberi acunan jempol karena ketegasannya demi kebaikan dalam efektifnya pelayanan di masyarakat desa Batu Makkada.
Terkait dengan adanya permintaan dari pihak Puskesmas Karama terhadap kaur desa untuk membantu para kader yang ada di desa Batu Makkada, “Dari awal saya sudah perintahkan kepada kaur saya untuk senantiasa melayani masyarakat secara propesional yang ada di desa Batu Makkada,” tutup Marthen Manggasa.(amk)






