Daerah  

Dirut RS Regional Sulbar Minta Dicopot, Tuntutan Aliansi OKP Saat Demo di Kantor Pemprov

FAKTA – Aliansi organisasi kemasyarakatan dan pemuda (OKP) yang terdiri dari PGMP Mamuju, HMI Cabang Mamuju, GMNI Mamuju, IPMAPUS, Dan IMP Mateng menggelar aksi Demonstrasi di lingkup Kantor Pemprov Sulbar tepatnya di Jl. Abdul Malik Pattana Endeng, Kecamatan Simboro, Kab Mamuju, Sulawesi Barat, Selasa, (18/4/2023).

Massa aksi menuntut agar Dirut RS Regional Sulbar dr Marintani Erna Dochri dicopot dari jabatannya.

“Kami minta Pj. Gubernur Sulbar Akmal Malik mencopot direktur RSUD Regional Sulbar karena tidak becus memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Dahril selaku Presiden Aksi.

Dalam aksi Demonstrasi yang berlangsung para pendemo dari kalangan mahasiswa saling bergantian berorasi dari tiap perwakilan organisasi mahasiswa yang ada di Mamuju Ibu Kota Sulbar

Lanjut kata mantan Ketua HMI Cabang Mamuju saat orasi mengatakan, empat hari sebelum kejadian kami mencari sendiri kursi roda dan Ini terjadi lagi di UGD,” ucap Ahyar.

Ia juga mempertanyakan tidak adanya kursi roda disiapkan bagi pasien. Lebih lanjut tujuan dari pelayanan medis itu tidak lain adalah berusaha menyembuhkan penyakit yang ada pada pasien. Tindakan pelayanan yang dilakukan juga harus sesuai dengan prosedur yang berlaku dan tentunya harus dapat di pertanggungjawabkan.

Rumah Sakit institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan rawat gawat darurat.

Selain itu, RS diselenggarakan berdasarkan Pancasila dan didasarkan kepada nilai kemanusian, etika dan profesionalitas, manfaat, keadilan, persamaan hak dan anti diskriminasi, Pemerataan, perlindungan dan keselamatan pasien, serta mempunyai fungsi sosial.

Berikut empat tuntutan massa aksi yaitu :

1. Meminta Pj Gubernur mencopot direktur RSUD Regional Sulbar

2. Retraining ulang para perawat dan dokter serta seluruh operasional pegawai RSUD supaya tumbuh rasa empati paham arti kemanusiaan profesionalitas.

3. Mendesak DPRD Sulbar agar turut bertanggung jawab secepatnya pencopotan direktur rumah sakit.

4. Meminta aparat penegak hukum untuk menyelidiki dugaan kolusi dan nepotise oleh oknum keluarga direktur yang diduga menjadi makelar proyek pengadaan fasilitas rumah sakit umum daerah Sulbar.

Selanjutnya dari pantauan wartawan fakta dilapangan terlihat Direktur RSUD Regional Sulbar dr Erna hadir di kerumunan massa aksi Demonstrasi yang digelar Aliansi mahasiswa Mamuju

Dalam aksi demo tersebut sempat di warnai kericuhan dan saling dorong mendorong antara massa aksi dengan Satpol PP hingga menimbulkan adu jotos dan aparat kepolisian yang ikut dalam pengawalan aksi melerai dan mengamankan ricuhnya demo. (amk)