Transaksi Serbuk Petasan di Warkop, Dua Tersangka Diborgol Polres Ponorogo

Polres Ponorogo bongkar transaksi serbuk petasan di sebuah warkop dengan mengamankan dua tersangka.

Majalahfakta.id – Polres Ponorogo berhasil mengungkap kasus peredaran bahan peledak atau serbuk petasan di wilayah Kecamatan Kauman.

Dua orang ditetapkan sebagai tersangka yakni HS warga Kecamatan Balong Ponorogo dan TR Warga Kabupaten Magetan.

HS dan TR ditangkap pada Kamis, (21/04/2022) setelah keduanya melakukan transaksi serbuk petasan di sebuah warung kopi Dukuh Krajan, Desa Pengkol, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo.

Hal tersebut seperti diungkapkan Kapolres Ponorogo AKBP Catur C. Wibowo kepada awak media dalam press rilis di Lobby Ananta Hira Sat Reskrim Polres Ponorogo, Selasa (26/04/2022).

“Dalam hal ini HS sebagai penjual sedangkan TR adalah pembelinya,” jelas AKBP Catur.

Menurut pengakuan HS bahwa bahan serbuk petasan tersebut didapatkan dengan cara membeli online secara terpisah di sebuah toko online yang kemudian dioplos, caranya melihat dari youtube.

“HS menjualnya dipasaran melalui media sosial facebook dengan harga Rp 250.000 per kilo , tersangka HS ini juga merupakan residivis kasus yang sama pada tahun 2019 lalu, ” terang AKBP Catur .

AKBP Catur mengungkapkan bahwa tersangka TR membeli bubuk petasan itu akan digunakan sendiri untuk membuat petasan.

“Total sebanyak 9 kg serbuk petasan yang dibeli dari tersangka HS dengan harga Rp. 2.250.000 dan kini keduanya sudah kami tetapkan sebagai tersangka,” jelas AKBP Catur.

Total ada 11 kilogram serbuk petasan yang disita dari kedua tangan tersangka dan barang bukti lainnya kini juga diamankan oleh Sat Reskrim Polres Ponorogo.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya kedua tersangka akan dijerat dengan pasal 1 ayat (1) undang-undang darurat republik indonesia nomor 12 tahun 1951 jo. Pasal 65 kuhp jo. Pasal 53 kuhp jo. Pasal 55 KUHP.

“Ancaman hukuman mati, hukuman penjara seumur hidup atau hukuman pidana penjara setinggi-tingginya 20 (dua puluh) tahun,” tutup AKBP Catur.