Porprov Sumbar 2026: Padang Pariaman Panen 54 Medali, Renang dan Arung Jeram Jadi Lumbung Emas

Kontingen Padang Pariaman di tengah persaingan ketat Porprov XVI yang berlangsung pada 2-14 Oktober 2026. (Foto : ss)

Memasuki hari keempat Porprov XVI Sumbar, Padang Pariaman mengoleksi 13 emas, 14 perak, dan 27 perunggu. Target juara umum masih terbuka.

Padang Pariaman, majalahfakta.id — Perburuan medali Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 mulai memanas. Kabupaten Padang Pariaman menjadi salah satu kontingen yang terus menambah pundi-pundi podium. Hingga Senin, 5 Oktober 2026 pukul 18.00 WIB, Padang Pariaman telah mengantongi 54 medali, terdiri atas 13 emas, 14 perak, dan 27 perunggu.

Perolehan tersebut datang dari 13 cabang olahraga (cabor). Dua di antaranya menjadi mesin utama pendulang emas, yakni renang dan arung jeram, yang masing-masing telah menyumbangkan empat medali emas.

Capaian itu memperlihatkan laju positif kontingen Padang Pariaman di tengah persaingan ketat Porprov XVI yang berlangsung pada 2-14 Oktober 2026. Ajang ini kembali digelar setelah vakum sejak 2018.

Sebelum pertandingan dimulai, Padang Pariaman memasang target tinggi, juara pertama. Sebanyak 700 atlet dikirim untuk berlaga pada 48 cabang olahraga.

Dengan pertandingan yang masih berlangsung, perolehan medali Padang Pariaman masih berpotensi bertambah.

Arung jeram menjadi salah satu penopang terkuat kontingen Padang Pariaman. Dari cabang ini, atlet daerah tersebut telah mengamankan delapan medali, terdiri atas empat emas dan empat perak.

Renang menyusul dengan enam medali: empat emas, satu perak, dan satu perunggu.

Dua cabang tersebut sekaligus menjadi penyumbang emas terbanyak bagi Padang Pariaman hingga hari keempat pertandingan.

Kontribusi emas berikutnya datang dari sejumlah cabang lain. Gulat menyumbangkan satu emas, satu perak, dan dua perunggu. Taekwondo menghasilkan satu emas, dua perak, dan empat perunggu.

Panahan juga menyumbang satu emas, dua perak, dan tiga perunggu. Salah satu emas panahan sebelumnya dipersembahkan Ego Irza Rahman pada nomor Recurve Divisi 70 meter, yang menjadi emas perdana Padang Pariaman dalam Porprov XVI.

Dari cabang aerosport, Padang Pariaman menambah satu medali emas. Selain emas dan perak, Padang Pariaman mengumpulkan 27 medali perunggu. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa kontribusi terhadap klasemen tidak hanya datang dari sejumlah cabang unggulan.

Pentaqui menyumbangkan satu perak dan satu perunggu. Cricket menambah satu perak, sementara FOPI menghasilkan satu perak dan tiga perunggu.

Medali perunggu lainnya berasal dari senam sebanyak satu medali, muaythai empat medali, MMA tiga medali, dan sambo tiga medali.

Secara keseluruhan, hingga Senin sore, komposisi 54 medali Padang Pariaman adalah: 13 emas, 14 perak, 27 perunggu.

Data tersebut masih bersifat sementara berdasarkan laporan Media Centre Satgas Porprov XVI Sumbar pada Senin, 5 Oktober 2026 pukul 18.00 WIB.

Raihan 54 medali menjadi modal penting bagi Padang Pariaman untuk menjaga momentum. Namun, jumlah medali belum otomatis menjamin posisi akhir karena persaingan masih bergerak seiring selesainya berbagai nomor pertandingan.

Pada pembaruan sebelumnya, persaingan papan atas juga berlangsung ketat. Data KONI Sumbar hingga 4 Oktober menempatkan Padang Pariaman di posisi keempat dengan tiga emas, lima perak, dan enam perunggu, sebelum kemudian perolehan medali kontingen melonjak pada hari berikutnya.

Lonjakan tersebut terutama ditopang hasil dari renang dan arung jeram. Bagi Padang Pariaman, tantangan berikutnya bukan sekadar mempertahankan posisi, melainkan mengubah peluang menjadi tambahan emas. Setiap nomor yang tersisa menjadi kesempatan untuk memangkas jarak dengan kontingen pesaing.

Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis sebelumnya meminta 700 atlet yang dikirim ke Porprov XVI tidak sekadar tampil, tetapi membawa nama baik dan kehormatan daerah. Ia menargetkan Padang Pariaman menjadi juara pertama.

Karena itu, perolehan 13 emas pada hari keempat menjadi sinyal awal bahwa target tersebut belum layak dicoret.

Pertandingan masih panjang. Para atlet masih harus menjaga kondisi fisik, konsentrasi, dan mental hingga nomor terakhir selesai dipertandingkan.

Di balik setiap medali terdapat kerja panjang atlet, pelatih, ofisial, dan pengurus cabang olahraga. Kini, dengan 54 medali sudah berada dalam genggaman, Padang Pariaman menghadapi fase yang lebih menentukan, mengubah momentum menjadi gelar juara. (SS)