Majukan Pendidikan Pariaman, Muhajir Muslim Dorong Pembenahan Akses, Fasilitas dan Potensi Siswa

Ketua DPRD Kota Pariaman Muhajir Muslim, saat meninjau proses perbaikan atap SMP Negeri 6 Pariaman. (Foto: SS)

Pariaman, majalahfakta.id — Peningkatan kualitas pendidikan menjadi salah satu perhatian Ketua DPRD Kota Pariaman, Muhajir Muslim, pada tahun pertama masa jabatannya sepanjang 2025. Upaya tersebut tidak hanya diarahkan pada pembenahan infrastruktur sekolah, tetapi juga pengembangan potensi dan minat bakat peserta didik.

Setidaknya ada tiga fokus yang didorong Muhajir, yakni pembenahan akses menuju satuan pendidikan, rehabilitasi fasilitas sekolah, serta pemetaan minat dan bakat siswa.

Untuk infrastruktur pendidikan, perhatian diarahkan antara lain pada akses jalan menuju MAN Kota Pariaman, rehabilitasi atap SMP Negeri 6 Pariaman, serta pembenahan lingkungan SD Negeri 04 Batang Tajongkek.

“Akses jalan menuju MAN Kota Pariaman salah satu infrastruktur yang mesti diperhatikan,” kata Muhajir dalam blog pribadinya, dikutip Selasa (22/9/2026).

Menurut dia, akses menuju madrasah tersebut selama belasan tahun kurang mendapatkan perhatian. Kondisi jalan tidak hanya menyangkut aspek infrastruktur, tetapi juga berhubungan dengan mobilitas sehari-hari guru, siswa, tenaga kependidikan, serta masyarakat sekitar.

“Perbaikan akses ke MAN Kota Pariaman ini otomatis memberikan dukungan terhadap mobilitas warga sekolah dan masyarakat di sekitarnya. Bagi siswa dan guru, jalan yang lebih layak juga berkaitan dengan kenyamanan perjalanan menuju lingkungan pendidikan,” ujarnya.

Selain akses jalan, Muhajir menyoroti kondisi bangunan SMP Negeri 6 Pariaman, khususnya bagian atap yang membutuhkan rehabilitasi.

“Keamanan dan kenyamanan bangunan sekolah berkaitan langsung dengan proses belajar mengajar. Siswa dan guru membutuhkan lingkungan yang aman untuk menjalankan aktivitas pendidikan setiap hari,” katanya.

Menurut Muhajir, rehabilitasi fasilitas sekolah merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Peningkatan mutu pendidikan, kata dia, tidak selalu diwujudkan melalui program akademik, tetapi juga melalui penyediaan lingkungan belajar yang aman dan layak.

“Pembenahan itu juga menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak selalu berbentuk program akademik. Kondisi bangunan yang aman merupakan bagian dari lingkungan yang mendukung kegiatan belajar,” tuturnya.

Perhatian juga diberikan pada pendidikan dasar melalui pembenahan lingkungan sekolah. Muhajir menilai jenjang sekolah dasar merupakan fase penting ketika anak mulai membangun kemampuan membaca, berhitung, bersosialisasi, serta mengenal berbagai pengetahuan.

Di tingkat SMP, perhatian Muhajir tidak hanya menyasar sarana dan prasarana. Pada 2025, dilakukan pula pemetaan minat dan bakat siswa di Kecamatan Pariaman Timur dan Pariaman Selatan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Pariaman.

Muhajir mengatakan pemetaan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan keberagaman kemampuan peserta didik. Menurut dia, potensi siswa tidak selalu tercermin dari capaian akademik.

“Sebagian siswa dapat menonjol dalam olahraga, seni, kepemimpinan, teknologi, maupun bidang lainnya,” katanya.

Melalui pemetaan minat dan bakat, siswa diharapkan dapat mengenali kecenderungan serta kemampuan yang dimiliki. Di sisi lain, hasil pemetaan dapat menjadi bahan bagi sekolah, orang tua, dan pemerintah dalam menentukan arah pengembangan potensi generasi muda.

“Pendekatan tersebut akan menempatkan pendidikan sebagai proses pengembangan manusia, bukan hanya pembangunan sarana fisik sekolah,” ujarnya.

Muhajir menilai pembenahan akses pendidikan, kondisi bangunan sekolah, lingkungan belajar, serta pengembangan potensi siswa merupakan bagian yang saling berkaitan dalam penyelenggaraan pendidikan.

Dengan pendekatan tersebut, upaya peningkatan pendidikan di Pariaman diharapkan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pada terciptanya lingkungan belajar yang aman sekaligus mendukung perkembangan potensi setiap peserta didik. (SS)