FAKTA – Pemerintah Desa Desa Banyubiru, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, berhasil mengembangkan program peternakan kerbau melalui bantuan dari Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Ngawi sebanyak 11 ekor kerbau. Program tersebut kini menunjukkan hasil yang sangat positif dan menjadi salah satu upaya nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan, Selasa (12/5/2026).
Kepala Desa Banyubiru, Kundari, menyampaikan bahwa bantuan yang diterima terdiri dari 10 ekor kerbau betina dan 1 ekor kerbau pejantan. Menurutnya, bantuan tersebut telah dikelola dengan baik oleh kelompok peternak desa sehingga mampu berkembang secara signifikan.
“Alhamdulillah, bantuan kerbau dari Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Ngawi ini dapat berkembang dengan baik dan lancar. Saat ini populasi kerbau di Desa Banyubiru terus meningkat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, jumlah ternak kerbau di Desa Banyubiru kini telah mencapai sekitar 30 ekor. Keberhasilan ini diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para peternak di desa tersebut.
Sementara itu, pengelola kelompok ternak, Giono BPD Gadon, mengatakan bahwa amanah bantuan tersebut dijaga dengan penuh tanggung jawab sehingga hasilnya dapat dirasakan hingga saat ini.
“Kami mengelola bantuan ini dengan sebaik-baiknya. Berkat kerja sama dan komitmen para peternak, populasi kerbau terus bertambah. Kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut agar manfaatnya semakin besar bagi masyarakat,” ungkapnya.
Pemerintah Desa Banyubiru berharap program bantuan ternak dari pemerintah daerah dapat terus berkelanjutan. Dengan potensi peternakan kerbau yang dimiliki, Desa Banyubiru kini dikenal sebagai salah satu sentra peternakan kerbau di Kabupaten Ngawi yang diharapkan mampu menjadi contoh dalam pengembangan usaha ketahanan pangan berbasis masyarakat. (Zamhari)






