Semua  

Digelar Bulan Juni, Pemprov Bali Umumkan Tema PKB XLVIII Tahun 2026

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Ida Bagus Alit Suryana umukan tanggal pelaksanaan PKB XLVIII Tahun 2026. (Foto : fa/majalahfakta.id)

FAKTA – Pemerintah Provinsi Bali mulai mematangkan persiapan perhelatan akbar Pekan Kebudayaan Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 melalui rapat pleno yang digelar di Gedung Siswa Sabha pada Selasa pagi (12/5/2026). Acara yang dihadiri langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan visi besar pelestarian budaya Bali.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Ida Bagus Alit Suryana, mengumumkan bahwa PKB tahun ini mengusung tema Atma Kerthi Jiwa Sidha Parisudha, yang mengandung makna mendalam mengenai pemuliaan jiwa manusia menuju keadaan suci, sebuah konsep yang tetap berakar kuat pada visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Guna menjaga kualitas dan kedalaman materi seni yang ditampilkan, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali telah menunjuk empat tokoh besar sebagai tim kurator PKB XLVIII. Keempat kurator tersebut adalah Prof. Dr. I Made Bandel, MA., Prof. I Wayan Dunia, SST., MA., Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, serta Drs. I Gede Nala Antara, M. Hum. Kehadiran para pakar ini diharapkan mampu memberikan sentuhan artistik dan filosofis yang kuat pada setiap pementasan yang direncanakan berlangsung mulai Sabtu, 13 Juni hingga 11 Juli 2026, berpusat di Taman Budaya serta Monumen Perjuangan Rakyat Bali.

Antusiasme peserta pada edisi kali ini juga tergolong luar biasa dengan melibatkan partisipan lintas daerah. Selain dari Bali, PKB XLVIII tahun 2026 juga akan diikuti oleh PKB Yayasan Saraswati Jakarta, SMKN I Kasihan Yogyakarta, Dinas Pariwisata Kota Batu Jatim, hingga Yayasan Saung Akar Budaya Kota Depok. Keterlibatan berbagai sanggar dan instansi dari Yogyakarta, Bandung, hingga Sukoharjo ini menegaskan posisi PKB sebagai panggung budaya nasional yang inklusif namun tetap menjaga identitas lokal Bali yang sangat kental.

Ida Bagus Alit Suryana memaparkan bahwa pergelaran ini didukung dengan anggaran sebesar Rp 331 juta. Secara teknis, jumlah peserta Wimbakara diperkirakan mencapai 200 sekaa dengan total 3.070 seniman serta 215 peserta individu. Tidak hanya seni pertunjukan, kategori Kandarupa juga akan memeriahkan suasana dengan kehadiran 100 karya seni rupa, 124 stan pameran UMKM, serta 70 pameran kuliner khas. Persiapan yang matang ini diharapkan mampu menjadikan Pekan Kebudayaan Bali 2026 sebagai magnet pariwisata budaya yang memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat Bali. (fa)