Badung, majalahfakta.id — Pemerintah Kabupaten Badung meluncurkan program Badung Celang (Badung Cerdas Mengelola Keuangan) di Kertha Gosana, Kantor Bupati Badung, Senin sore (26/10/2026). Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa secara resmi mengukuhkan istrinya sendiri yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Badung, Rasniathi Adi Arnawa, sebagai “Bunda Literasi Keuangan Kabupaten Badung”.
Dalam pidato sambutannya, Adi Arnawa tak menampik bahwa tatakelola anggaran di Kabupaten Badung masih dibayangi masalah mendasar. Ia secara terbuka mengakui adanya kebocoran anggaran daerah yang masih belum mampu ditutup oleh perangkat daerah.
“Ini penting saya sampaikan, karena terlalu banyak bocor di situ (APBD),” kata Adi Arnawa sambil disambut tawa oleh para tamu undangan.
Selain menyinggung kebocoran APBD, Adi Arnawa menggarisbawahi tantangan makroekonomi yang tidak menentu, seperti fluktuasi nilai tukar rupiah dan harga emas, hingga persoalan alih fungsi lahan yang mengancam struktur ekonomi lokal. Pengukuhan instrumen literasi keuangan ini diyakini menjadi salah satu langkah intervensi percepatan akses keuangan daerah (TPAKD).
Pengangkatan sang istri menjadi figur puncak literasi keuangan Badung pun tidak luput dari komentar Adi Arnawa sendiri. Dalam sambutannya, ia sempat melontarkan pernyataan yang menyentil banyaknya peran atau predikat “duta” yang diemban oleh istrinya di pemerintahan daerah.
“Output-nya kita kejar untuk ada dalam sebuah instrumen indikator. Ini seharusnya jadi jelas, karena istri saya cukup banyak menjadi duta-duta yang besar. Ada Duta ini, ada Duta itu,” seloroh Adi Arnawa di tengah pidato sambutannya.
Menyadari besarnya potensi skeptic publik terhadap pengangkatan kerabat dekat ini, Adi Arnawa menekankan agar pengukuhan Bunda Literasi Keuangan tidak berhenti pada rutinitas seremoni birokrasi yang membuang-buang anggaran. Ia meminta sang istri turun hingga ke tingkat kecamatan, desa, sekolah, hingga pelaku UMKM untuk menghasilkan indikator kinerja (output) yang terukur bersama OJK dan Bank BPD Bali.
Usai acara, dalam sesi wawancara sore hari, Adi Arnawa membela kebijakan penunjukan istrinya. Ia beralasan bahwa kecerdasan mengelola keuangan harus dimulai dari unit terkecil masyarakat, yakni rumah tangga dan keluarga.
“Kalau pada tingkat keluarga sudah memahami bagaimana cara mengolah keuangan, saya rasa ini akan mendorong kecepatan bagaimana Badung secara umum benar-benar cerdas mengolah keuangan. Oleh karena itu tepat dilakukan penunjukan Bunda Literasi Keuangan,” jelas Adi Arnawa kepada awak media.
Kendati demikian, pengukuhan program “Badung Celang” ini menghadirkan kontradiksi tajam bagi publik Badung. Hanya berselang enam hari sebelumnya dalam rapat evaluasi di tempat yang sama, Selasa (20/10/2026), Adi Arnawa sendiri yang membongkar bobroknya kinerja pelaporan anggaran perangkat daerahnya. (fa)






