FAKTA– PT Malahayati Nusantara Raya sesuai komitmennya dalam memberikan layanan konsultasi, edukasi, serta pendampingan kepada masyarakat. Hal tersebut disampaikan melalui konferensi pers bersama sejumlah media sebagai bentuk transparansi perusahaan atas perkembangan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir di kawasan Mampang Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Dalam forum tersebut hadir Pendiri PT Malahayati Nusantara Raya Ahmad Maulana, Kuasa Hukum Albert Sintong Limbong, S.H. dari Law Firm Johanes Aritonang & Partners, serta Kepala Departemen Humas Oji.
Pihak perusahaan menyebut bahwa berbagai langkah administratif dan komunikasi dengan instansi terkait terus dilakukan setelah terbitnya surat penghentian kegiatan dari Satgas PASTI. Proses tersebut merupakan bagian dari tahapan klarifikasi yang sedang berlangsung.
Kuasa Hukum PT Malahayati Nusantara Raya, Albert Sintong Limbong, S.H., memastikan perusahaan bersikap kooperatif dalam menjalani seluruh proses tersebut.
“Kami memastikan seluruh proses dilakukan secara terbuka dan sesuai aturan hukum. Komunikasi dengan para pemangku kepentingan terus berjalan, dan kami optimistis seluruh tahapan administrasi dapat diselesaikan dengan baik karena perusahaan selalu menjunjung tinggi kepatuhan terhadap regulasi,” kata Albert Sintong Limbong, S.H., dari Law Firm Johanes Aritonang & Partners.
Sejak berdiri, perusahaan memberikan layanan konsultasi kepada masyarakat yang mengalami persoalan akibat pinjaman online ilegal, investasi ilegal, judi online, maupun berbagai persoalan ekonomi lainnya. Pendampingan tersebut dilakukan melalui edukasi, konsultasi, hingga pembinaan usaha.
Menurut Kepala Departemen Humas Oji, perusahaan terus mengembangkan berbagai program literasi keuangan yang menyasar masyarakat luas, termasuk mahasiswa, komunitas, pelaku UMKM, dan berbagai kelompok masyarakat lainnya.
Program pembinaan UMKM menjadi salah satu bentuk nyata pemberdayaan ekonomi yang dijalankan perusahaan. Melalui program tersebut, para pelaku usaha memperoleh pendampingan agar mampu mengembangkan usahanya setelah berhasil keluar dari persoalan ekonomi yang dihadapi.
Di sisi lain, PT Malahayati Nusantara Raya juga aktif melaksanakan berbagai kegiatan sosial melalui program CSR bersama pemerintah, kepolisian, Badan Amil Zakat, dan berbagai organisasi masyarakat.
Pendiri PT Malahayati Nusantara Raya, Ahmad Maulana Wijaya atau yang lebih dikenal sebagai Bang Ujay, mengatakan bahwa perkembangan teknologi harus diimbangi dengan peningkatan literasi masyarakat agar tidak mudah menjadi korban kejahatan digital.
“Kemajuan teknologi memberikan banyak manfaat, tetapi juga menghadirkan tantangan baru. Karena itu, kami ingin masyarakat memiliki bekal pengetahuan yang cukup agar mampu mengenali risiko pinjaman online ilegal, investasi ilegal, maupun bentuk penipuan digital lainnya. Inilah komitmen yang terus kami jalankan sejak Malahayati didirikan,” ungkap Bang Ujay.
Melalui berbagai program edukasi, konsultasi, pembinaan UMKM, dan kegiatan sosial, PT Malahayati Nusantara Raya berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan literasi masyarakat sekaligus menjadi mitra strategis dalam pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan. (Dina)






